PARIGI MOUTONG — Ratusan nasabah PNM di Kabupaten Parigi Moutong diajak meninggalkan cara pemasaran konvensional yang hanya menunggu pembeli datang. Pimpinan Cabang PNM Palu, M Akbar Rifani, menegaskan gawai kini bukan sekadar alat komunikasi, melainkan senjata utama untuk memperluas jangkauan pasar.
"Sekarang namanya penjualan kita tidak hanya menunggu pelanggan datang, kita door to door, tapi sekarang media sosial sangat bermanfaat," ujar Akbar dalam keterangan tertulisnya, Minggu.
Pojok Edukasi: Dari Pemeriksaan Kesehatan hingga Lelang
Kegiatan bertema "Cakap Digital Usaha Makin Optimal" ini tidak berhenti pada teori. PNM merancang sejumlah layanan dalam "Pojok Edukasi" yang mencakup cek kesehatan gratis, lelang, rekrutmen, serta pameran produk unggulan nasabah. Kehadiran perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tengah turut memperkuat sesi literasi keuangan bagi peserta.
Akbar menambahkan, agenda ini merupakan wujud nyata pendampingan PNM, bukan sekadar seremoni. "Ini bukti nyata PNM untuk bagaimana memperkuat dan memberdayakan pendampingan terhadap nasabah PNM di Kabupaten Parigi Moutong," tegasnya.
Beasiswa untuk Lima Nasabah dan Dukungan Pemerintah Daerah
Di tengah sesi pelatihan, PNM memberikan kejutan berupa beasiswa kepada lima orang nasabah. Langkah ini dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha kecil di daerah.
Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, yang hadir mewakili pemerintah daerah, mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai program ini selaras dengan upaya pemkab dalam mendorong pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, kami memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan yang dinilai menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha," kata Abdul Sahid.
Mengapa Literasi Digital Menjadi Krusial bagi UMKM Parigi Moutong?
Desa Bambalemo yang menjadi lokasi acara mencerminkan tantangan umum pelaku usaha di daerah: keterbatasan akses pasar. Dengan memanfaatkan platform digital, para nasabah tidak lagi bergantung pada pembeli yang datang ke lapak atau toko mereka.
PNM menghadirkan materi digital marketing secara khusus untuk menjawab kebutuhan ini. Para peserta dibekali cara memanfaatkan berbagai platform digital agar produk mereka dikenal lebih luas, tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian penguatan kapasitas yang dilakukan PNM Cabang Palu di wilayah kerjanya. Selain Parigi Moutong, program serupa diharapkan dapat menjangkau lebih banyak nasabah di kabupaten lain di Sulawesi Tengah.