PALU — KPPG Palu memastikan sebagian besar dapur SPPG di Sulawesi Tengah telah terhubung dengan SIPGN dan terpantau langsung melalui sistem monitoring terpusat Badan Gizi Nasional (BGN). Hal ini disampaikan Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Palu, Muhammad Aril Putra, di Kota Palu, Rabu.
"Jadi terkait pengawasan dan perbaikan tata kelola MBG saat ini sedang dilakukan pembenahan termasuk sistematika dan mekanisme pendistribusian SPPG di daerah tersebut," kata Aril.
Data Penerima Manfaat Dipantau Ketat
Dalam SIPGN, hal yang paling mendapat perhatian adalah ketepatan sasaran penerima manfaat berdasarkan by name by address. Untuk peserta didik, data harus sesuai dengan nomor induk siswa nasional, sementara penerima manfaat kelompok 3B diverifikasi melalui nomor induk kependudukan.
Aturan ini bertujuan agar sasaran penerima manfaat tetap valid dan tepat sasaran. Proses pendaftaran dapur di Sulawesi Tengah disebutkan sebagian besar sudah masuk dalam tahap pengumpulan serta analisis laporan, mulai dari persiapan hingga selesai holding.
Standarisasi Pelabelan QR Code untuk Jamin Mutu
KPPG Palu saat ini tengah merancang standarisasi pelabelan kemasan makanan berbasis kode batang respons cepat atau QR Code. Langkah ini untuk menjamin mutu serta keamanan konsumsi program MBG di wilayah Sulawesi Tengah.
"Tentunya pelabelan terintegrasi ini merupakan implementasi arahan Badan Gizi Nasional terkait batas aman konsumsi makanan MBG maksimal empat jam setelah diolah," sebut Aril.
Proses pelabelan ini disebutkan tidak memiliki batas waktu sebab masih dalam bentuk imbauan dari BGN secara umum. Ke depan, kode QR pada label ompreng akan memuat informasi detail makanan hingga ambang batas waktu konsumsi.
Bagaimana Cara Kerja Verifikasi Makanan?
Dengan adanya kode QR tersebut, pihak sekolah maupun penerima manfaat dapat memindai dan memverifikasi secara langsung kelayakan makanan yang diterima. Informasi yang tersimpan akan mencakup detail makanan dan batas aman waktu konsumsi.
Jangkauan Program MBG di Sulawesi Tengah
Program Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Tengah tercatat sudah menjangkau 81.398 penerima manfaat kelompok 3B yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Angka tersebut tersebar di 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah.
Rinciannya, penerima manfaat kelompok 3B terdiri dari 52.773 balita non-PAUD, 8.947 ibu hamil, dan 19.678 ibu menyusui. Data ini menjadi dasar KPPG Palu dalam memastikan distribusi makanan berjalan tepat sasaran melalui SIPGN.