Pencarian

509 Pelajar dan Mahasiswa Magang di IMIP Morowali, Ini Tiga Skema yang Dipakai

Sabtu, 10 Oktober 2026 • 10:16:31 WIB
509 Pelajar dan Mahasiswa Magang di IMIP Morowali, Ini Tiga Skema yang Dipakai
Peserta magang mengikuti kegiatan pemagangan di kawasan IMIP Morowali.

MOROWALI — Pertumbuhan industri pengolahan dan hilirisasi di kawasan IMIP menuntut sumber daya manusia dengan kompetensi yang sesuai perkembangan industri. Kebutuhan itu tidak cukup dijawab lewat rekrutmen setelah siswa atau mahasiswa lulus. Pengalaman kerja, pembelajaran berbasis praktik, penguasaan standar keselamatan, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja diperkenalkan sejak masa pendidikan.

IMIP bersama perusahaan-perusahaan di dalam kawasan menjalankan program pengembangan talenta melalui pemagangan. Tiga skema berjalan bersamaan: Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan, Magang Kementerian Perindustrian, serta program magang dan PKL.

Siapa Peserta Magang di IMIP dan Apa Syarat Utamanya

HR Operation Head IMIP, Trisno Wasito, menyebut peserta magang saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK. Kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan posisi menjadi aspek penting. Kompetensi teknis sesuai bidang keahlian tetap menjadi dasar, sementara kemampuan komunikasi, analisis, kerja sama, kedisiplinan, dan kesiapan mengikuti standar keselamatan kerja menjadi kompetensi pendukung.

"Peserta magang di IMIP saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK. Kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan posisi menjadi aspek penting. Kompetensi teknis sesuai bidang keahlian tetap menjadi dasar, sementara kemampuan komunikasi, analisis, kerja sama, kedisiplinan, dan kesiapan mengikuti standar keselamatan kerja menjadi kompetensi pendukung yang dibutuhkan di lingkungan industri," ujar Trisno, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Trisno, efektivitas program magang tidak hanya ditentukan jumlah peserta yang diterima, tetapi juga kualitas proses pembelajaran selama di tempat kerja. Peserta perlu mendapatkan tujuan pembelajaran yang jelas, pendampingan, tugas yang relevan dengan kompetensi, serta evaluasi atas perkembangan mereka.

Workshop RPV Libatkan 10 Pendamping Magang

PT IMIP bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali dan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) menggelar workshop penyusunan dokumen Rencana Pelatihan Vokasi (RPV). Kegiatan itu diikuti 10 pendamping magang dari IMIP.

"Melalui kegiatan ini, pendamping magang dapat mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang relevan untuk jabatan dan tugas peserta magang," kata Trisno.

Penyusunan RPV menjadi bagian dari upaya membuat pelaksanaan magang lebih terarah. Kegiatan peserta diarahkan tidak berhenti pada pengalaman berada di tempat kerja. Bidang pendidikan peserta, kompetensi yang dikembangkan, tugas yang diberikan, pendampingan, hingga evaluasi hasil belajar saling berkaitan.

Pengalaman Peserta: Urus Rekrutmen hingga Sistem Faceprint

Salah satu peserta magang, Dinda Aisyah Maharani, menjalani pemagangan di Departemen HR IMIP. Ia langsung praktik menjalankan program rekrutmen hingga verifikasi berkas. Mentor yang mendampinginya mengarahkan pada solusi yang cepat dan taktis sehingga pekerjaan selesai secara efisien.

"Banyak hal baru yang tidak ada di sekolah, misalnya membuat foto ID card dan sistem faceprint untuk karyawan. Ini juga pengalaman pertama saya bekerja berdampingan dengan pekerja asal Tiongkok. Sangat menyenangkan. Harapan saya, peserta magang rajin, disiplin waktu, tidak mangkir, dan selalu mencari inspirasi dari rekan-rekan di tempat kerja," ujar Dinda.

Magang Tidak Otomatis Menjamin Diangkat Jadi Karyawan

Lingkungan industri juga menjadi ruang belajar untuk mengembangkan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, serta pemahaman budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Bagi perusahaan, program ini membuka ruang mengenali potensi talenta muda dalam situasi kerja nyata.

Meski begitu, mengikuti magang tidak otomatis menjamin pengangkatan sebagai karyawan. Peserta tetap harus menunjukkan kompetensi dan kinerja selama program. Kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan posisi tetap menjadi pertimbangan perusahaan.

Bagi dunia pendidikan, program ini membuka ruang belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Bagi industri, kolaborasi ini menjadi cara berkontribusi menyiapkan SDM yang kompeten, adaptif, dan memahami tuntutan dunia kerja.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks