PALU — Enam lembaga vokasi di Sulawesi Tengah resmi ditunjuk sebagai mitra pelatihan calon pekerja migran Indonesia (PMI) dalam program SMK Go Global. Mereka terdiri dari satu politeknik kesehatan dan lima sekolah menengah kejuruan (SMK) yang tersebar di Kota Palu.
Kepala BP3MI Sulawesi Tengah Mustaqim Ode Musna mengatakan, penunjukan ini bukan tanpa proses. Seluruh lembaga dinyatakan lolos verifikasi Direktorat yang membidangi pelatihan vokasi Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), baik dari sisi infrastruktur maupun sumber daya pengajar.
Lima Bidang Kompetensi yang Disiapkan
Fokus pelatihan di Sulawesi Tengah terbagi dalam lima sektor utama. Sektor perhotelan mencakup housekeeping dan spa therapist, manufaktur untuk juru las atau welder, perawatan lansia atau careworker, serta awak kapal atau sea-based.
“Untuk Sulawesi Tengah yang menjadi fokus pelatihan, yakni hospitality atau housekeeping dan spa therapist, manufaktur khususnya welder, caregiver atau careworker, serta ABK sea-based atau pekerjaan di kapal,” kata Mustaqim di Palu, Rabu.
Pembagian Peran Enam Lembaga Pelatihan
Poltekkes Kemenkes Palu mendapat porsi terbesar dengan tiga paket pelatihan careworker untuk 60 peserta. SMK Negeri 4 Palu juga dipercaya membuka satu paket pelatihan di bidang yang sama, sehingga total ada empat kelas perawatan lansia.
Sementara itu, SMK Negeri 1 Palu menyelenggarakan dua kelas hospitality yang mencakup spa therapist dan housekeeping. SMK Negeri 3 Palu mengampu pelatihan welder, dan SMK Negeri 7 Palu bertanggung jawab pada pelatihan awak kapal.
Memberdayakan Fasilitas SMK yang Sudah Ada
Pelibatan sekolah kejuruan dalam program ini dinilai sebagai langkah strategis. Alih-alih membangun pusat pelatihan baru, pemerintah memilih memanfaatkan bengkel, laboratorium, dan tenaga pengajar yang telah dimiliki SMK.
“Karena kami bekerja sama dengan SMK, kami ingin memberdayakan SMK yang ada,” ujarnya.
Total 220 peserta calon PMI asal Sulawesi Tengah bakal mengikuti 11 paket pelatihan. Mereka tidak hanya dibekali keterampilan teknis dan bahasa, tetapi juga diarahkan untuk mengakses lowongan kerja luar negeri yang telah diverifikasi KP2MI.
Target Nasional 500 Ribu Tenaga Kerja
Program SMK Go Global merupakan bagian dari arahan Presiden untuk menyiapkan 500 ribu tenaga kerja. Rinciannya, 300 ribu calon PMI berasal dari lulusan SMK dan 200 ribu lainnya dari lulusan umum.
Dengan adanya pelatihan ini, lulusan SMK di Sulawesi Tengah diharapkan tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga kompetitif di pasar tenaga kerja internasional.