SIGI — Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menyampaikan bahwa sumber gempa berasal dari aktivitas Sesar Palolo pada segmen Palolo A. Episenter gempa terletak pada koordinat 1,17 derajat lintang selatan dan 120,16 derajat bujur timur. Kedalaman hiposenternya mencapai 10 kilometer.
Menurut Djati, letak episenter yang berada di daratan serta kedalaman hiposenter yang dangkal membuat peristiwa itu tergolong sebagai gempa bumi dangkal. Karakteristik tersebut yang kemudian menentukan pola sebaran getaran di wilayah sekitar.
Intensitas Getaran: IV MMI di Sigi, III MMI di Palu
Hasil estimasi peta getaran BMKG bersama laporan warga menunjukkan gempa dirasakan dengan intensitas IV MMI di Kabupaten Sigi. Di Kota Palu, getaran tercatat pada skala III MMI.
Djati menguraikan bahwa pada skala III MMI getaran dapat dirasakan nyata di dalam rumah. Benda-benda ringan yang digantung turut bergoyang, dan getaran terasa seolah-olah ada truk yang melintas.
"Getaran dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah," ujar Djati, menggambarkan dampak guncangan pada skala tersebut.
Belum Ada Laporan Kerusakan maupun Gempa Susulan
Hingga informasi disampaikan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau infrastruktur akibat gempa. Pemantauan BMKG juga belum mencatat adanya kejadian gempa bumi susulan atau aftershock setelah gempa utama.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Wilayah Sigi dan Palu sendiri berada di zona sesar aktif yang kerap memicu aktivitas seismik dangkal.