SULAWESI TENGAH — OIKN membuka pendaftaran bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi kualifikasi kompetensi digital dan integritas tinggi. Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui portal resmi karir.ikn.go.id dengan verifikasi data real-time.
Persyaratan Administrasi dan Dokumen Digital
Pelamar wajib memenuhi syarat umum, termasuk setia kepada Pancasila dan UUD 1945, tidak pernah dipidana penjara, serta memiliki kesehatan jasmani dan rohani. Pendidikan minimal Diploma III (D3) hingga Magister (S2) tergantung formasi yang dipilih.
Seluruh dokumen harus dipindai dalam format PDF atau JPG dengan ukuran maksimal 500 KB hingga 1 MB. Dokumen yang diperlukan meliputi KTP asli, ijazah, transkrip nilai dengan IPK minimal 3,00 untuk PTN dan 3,25 untuk PTS, serta sertifikat keahlian relevan. Surat lamaran ditujukan kepada Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara dan pas foto terbaru berlatar belakang merah juga wajib diunggah.
Langkah Pendaftaran dan Sistem ATS
Calon pelamar harus membuat akun menggunakan NIK, nomor Kartu Keluarga, dan email aktif. Setelah aktivasi, sistem akan meminta pengisian profil dan Curriculum Vitae (CV) secara lengkap.
Pada tahun 2026, OIKN menggunakan algoritma Applicant Tracking System (ATS). CV harus memuat kata kunci yang relevan dengan deskripsi pekerjaan agar lolos seleksi awal. Pelamar hanya diperbolehkan memilih satu formasi jabatan dari kategori yang tersedia, seperti Deputi Bidang Transformasi Hijau, Deputi Pendanaan dan Investasi, atau Deputi Sarana dan Prasarana.
Setelah semua data terisi dan dokumen terunggah, pelamar melakukan submit dan mencetak Kartu Pendaftaran Digital sebagai bukti untuk mengikuti tahapan selanjutnya.
Seleksi Berbasis AI dan CAT
Proses seleksi terdiri dari beberapa tahap yang sangat kompetitif. Tahap pertama adalah seleksi administrasi untuk verifikasi keabsahan dokumen dan kesesuaian kualifikasi.
Selanjutnya, pelamar menjalani Tes Kompetensi Dasar (TKD) yang meliputi tes intelegensia umum, wawasan kebangsaan, dan karakteristik pribadi. Tes Kompetensi Bidang (TKB) bersifat spesifik sesuai posisi yang dilamar, misalnya coding untuk formasi IT atau teknik sipil untuk infrastruktur.
Wawancara berbasis kompetensi dilakukan dengan panelis yang dibantu oleh teknologi analisis AI. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dan efisiensi dalam pembangunan kota cerdas masa depan.
Fokus Rekrutmen dan Standar ESG
Seiring percepatan pembangunan infrastruktur dan ekosistem digital di Nusantara, OIKN membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik bangsa. Pada 2026, fokus rekrutmen tidak hanya pada tenaga konstruksi dan teknis, tetapi juga pada manajemen smart city, keberlanjutan lingkungan, dan pelayanan publik berbasis data.
Standar yang ditetapkan sangat tinggi, mengacu pada prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang menjadi pilar utama IKN. Pelamar juga wajib memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dibuktikan dengan sertifikat resmi TOEFL atau IELTS.