SULAWESI TENGAH — Puluhan sivitas akademika UNAND turun ke lapangan bersama pemerintah daerah dan masyarakat dalam aksi penanaman serentak. Salah satu titik utama berada di SMP Negeri 44 Padang, Kelurahan Koto Tuo, Kecamatan Pauh, Padang, yang menjadi simbol komitmen kampus dalam pemulihan lingkungan pascabencana.
Distribusi Bibit dan Jenis Tanaman yang Ditanam
Ketua Panitia, Ir. Aswaldi Anwar, M.S., mengungkapkan mayoritas bibit berasal dari Dinas Kehutanan. Selain tanaman keras untuk rehabilitasi lahan, panitia juga menyediakan bibit buah-buahan seperti durian dan manggis untuk memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga sekitar.
"Bibit yang kita distribusikan sebanyak 3.800. Sebagian besar berasal dari Dinas Kehutanan, dan ada juga bibit tanaman buah seperti durian dan manggis," jelasnya saat ditemui di lokasi penanaman.
Dukungan Dinas Kehutanan dan Arah Pengembangan Keilmuan
Kepala Dinas Kehutanan, Dr. Ferdinand, S.TP., M.P., menegaskan kontribusi UNAND selama ini telah banyak membantu pemerintah dalam upaya pemulihan alam. Pihaknya berkomitmen mendukung kegiatan serupa di masa mendatang.
“UNAND sudah banyak sekali melakukan kegiatan yang membantu pemulihan alam. Ini sangat membantu kami, dan kami akan selalu mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menyampaikan peluang pengembangan program studi Manajemen Kehutanan dengan kekhasan pada pengelolaan hutan sosial. Ia berharap kegiatan pengabdian ke depan juga diarahkan untuk penanaman kopi di kawasan hutan sosial agar berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.
Kunci Keberhasilan: Perawatan Pascatanam
Efa Yonnedi menitipkan pesan khusus kepada pihak sekolah dan siswa agar merawat pohon yang telah ditanam. Ia menekankan bahwa jumlah bibit bukanlah tolok ukur keberhasilan utama, melainkan kelangsungan hidup tanaman hingga tumbuh besar.
“Kami titip kepada kepala sekolah dan anak-anak di sini untuk menjaga pohon-pohon yang kita tanam hari ini. Karena menanam adalah langkah awal, yang lebih penting adalah bagaimana pohon-pohon ini dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” pesan Rektor.
Kegiatan ini menegaskan peran UNAND dalam pembangunan berkelanjutan melalui tridarma perguruan tinggi. Restorasi lahan kritis pascabanjir bandang diharapkan mampu memperkuat daya dukung lingkungan dan mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.