SULAWESI TENGAH — Kepolisian Negara Bagian Virginia menangkap pengemudi bus, Jing S Dong, saat ia masih dirawat di rumah sakit akibat luka yang diderita. Dong, yang mengemudikan bus milik perusahaan E&P Travel, kini menghadapi dakwaan pembunuhan tidak disengaja. Jaksa wilayah Virginia, Eric Olsen, menyatakan bukti awal menunjukkan adanya kelalaian fatal dalam pengemudian.
Empat Korban Satu Keluarga Hangus Terbakar
Korban jiwa terdiri dari empat anggota satu keluarga yang sedang dalam perjalanan menuju acara pernikahan di South Carolina. Mereka berada di dalam Chevrolet Suburban yang dihantam bus hingga terbakar hebat di lokasi. Satu korban lainnya merupakan penumpang kendaraan lain yang terlibat tabrakan.
Selain lima korban meninggal, sebanyak 44 orang dilarikan ke rumah sakit. Tiga di antaranya masih dalam kondisi kritis hingga saat ini. Petugas di lapangan masih terus mendalami kronologi lengkap kejadian.
Dua Dakwaan Awal, Polisi Siapkan Tuntutan Tambahan
Jaksa mendakwa Dong dengan pasal pembunuhan tidak disengaja karena diduga mengemudi dengan kelalaian kategori kriminal. Setiap poin dakwaan membawa ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. Saat ini Dong baru menghadapi dua dakwaan awal, namun polisi tengah menyiapkan tuntutan tambahan.
"Bukti-bukti yang terkumpul cukup kuat untuk membuktikan adanya unsur kelalaian fatal," kata Jaksa Olsen dalam pernyataan resmi. Proses hukum terhadap pengemudi tersebut akan terus dipantau seiring perkembangan investigasi lebih lanjut.
Bus Gagal Kurangi Kecepatan di Jalur Padat
Berdasarkan penyelidikan awal, bus yang dioperasikan E&P Travel itu sedang menempuh perjalanan dari New York menuju North Carolina. Petugas menemukan kendaraan besar tersebut gagal menurunkan kecepatan saat melaju di Interstate 95. Kegagalan pengereman ini memicu tabrakan beruntun yang melibatkan Chevrolet Suburban dan beberapa kendaraan lainnya.
Kejadian memilukan ini menjadi pengingat keras mengenai pentingnya aspek keselamatan dan kontrol kecepatan di jalan tol yang padat. Otoritas setempat mengimbau pengemudi kendaraan besar untuk selalu memeriksa kondisi rem sebelum perjalanan jarak jauh.