MOROWALI — Beredarnya video dan informasi soal Spirit Fun Run Morowali di media sosial mendapat respons cepat dari Polres Morowali. Institusi ini menegaskan bahwa ajang lari yang digelar Minggu pagi itu sepenuhnya merupakan inisiatif pihak Event Organizer (EO) swasta atau komunitas, tanpa keterlibatan resmi dari kepolisian.
Kasubsi PIDM Sihumas Polres Morowali, Aipda Sasri, dalam konferensi pers pada hari yang sama meluruskan berbagai narasi yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, kehadiran sejumlah personel polisi di lokasi acara murni atas kemauan pribadi, bukan sebagai bagian dari panitia penyelenggara.
“Perlu kami luruskan. Acara lari Spirit Fun Run Morowali sepenuhnya diselenggarakan oleh pihak Event Organizer swasta atau komunitas. Bukan program atau kegiatan resmi dari Polres Morowali,” tegas Aipda Sasri.
Personel Hadir Sebagai Peserta, Bukan Penyelenggara
Aipda Sasri menjelaskan, personel yang terlihat di lokasi mengikuti kegiatan tersebut layaknya peserta umum lainnya. Kehadiran mereka bertujuan untuk berolahraga sekaligus mempererat kebersamaan dengan warga Bungku Tengah.
“Personel hadir untuk berolahraga dan menjalin kebersamaan dengan masyarakat. Tidak ada unsur kepolisian sebagai panitia, pelaksana, maupun sponsor utama. Kami ikut seperti peserta lainnya,” jelasnya.
Penegasan ini sekaligus menjawab spekulasi yang beredar di grup-grup percakapan bahwa kegiatan tersebut disponsori atau difasilitasi penuh oleh Polres Morowali.
Izin Keramaian Tidak Ada, Polres Morowali Bakal Evaluasi
Persoalan lain yang turut disorot adalah perizinan. Polres Morowali menyebut bahwa kegiatan yang melibatkan massa dan menggunakan ruang publik seperti anjungan seharusnya mengantongi izin keramaian terlebih dahulu. Hal ini diatur dalam ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Berdasar hasil pengecekan, penyelenggara tidak mengajukan izin keramaian ke Polres Morowali. Ke depan kami akan evaluasi dan memastikan setiap kegiatan serupa memiliki izin lengkap agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Aipda Sasri.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya evaluasi internal atas pengawasan kegiatan masyarakat yang berlangsung di wilayah hukum Polres Morowali.
Soal Sumbangan Kapolres: Murni Kepedulian Pribadi
Polres Morowali juga meluruskan pemberitaan terkait pemberian sumbangan oleh Kapolres Morowali dalam acara tersebut. Bantuan yang diberikan disebut sebagai bentuk apresiasi pribadi terhadap kegiatan positif masyarakat, bukan merupakan sponsor resmi dari institusi.
“Sumbangan tersebut merupakan bentuk kepedulian pribadi Bapak Kapolres sebagai apresiasi terhadap kegiatan positif masyarakat. Bukan merupakan sponsor resmi dari institusi Polres Morowali,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Polres Morowali mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Warga diminta melaporkan ke pihak berwajib apabila menemukan kegiatan yang mencurigakan atau berpotensi melanggar aturan.