Pencarian

Teleskop Webb Temukan Fosil Galaksi di Pusat Bima Sakti, Beri Petunjuk Baru Soal Formasi Galaksi

Rabu, 17 Juni 2026 • 09:44:01 WIB
Teleskop Webb Temukan Fosil Galaksi di Pusat Bima Sakti, Beri Petunjuk Baru Soal Formasi Galaksi
Teleskop Webb mengungkap Terzan 5 sebagai fosil fragmentasi tonjolan galaksi di pusat Bima Sakti.

SULAWESI TENGAH — Tim astronom yang dipimpin Universitas Bologna berhasil mengidentifikasi Terzan 5 bukan sekadar gugus bintang globular biasa. Dengan menggabungkan data dari JWST dan arsip Teleskop Hubble, mereka menemukan bahwa kawasan ini memiliki setidaknya empat fase pembentukan bintang yang berbeda, bukan hanya satu populasi bintang tua seperti gugus globular pada umumnya.

Empat Generasi Bintang dalam Satu Gumpalan

Penelitian mengungkap dua populasi bintang tertua di Terzan 5 terbentuk sekitar 12,5 miliar tahun lalu dan 4,7 miliar tahun lalu. Dua populasi yang lebih muda muncul kemudian, yakni 3,8 miliar tahun lalu dan 2,5 miliar tahun lalu.

"Untuk alasan tertentu, gumpalan bintang yang tidak biasa ini terbentuk secara terpisah dari tonjolan galaksi dan tidak hancur saat tonjolan itu sendiri terbentuk," ujar Francesco R. Ferraro, profesor dari Universitas Bologna sekaligus peneliti utama observasi JWST. Ferraro menambahkan, Terzan 5 kini disebut sebagai 'fosil fragmen tonjolan' karena menyerupai gumpalan primordial yang berkontribusi pada pembentukan tonjolan galaksi.

Mengapa Fosil Ini Penting bagi Astronomi?

Selama ini, wilayah pusat Bima Sakti yang dikenal sebagai 'the bulge' sulit diteliti karena kerapatan bintang dan debu antariksa yang menghalangi cahaya. Terzan 5 yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai gugus bintang globular ternyata menyimpan bukti proses yang lebih kompleks.

Berdasarkan observasi dan simulasi mendalam, para astronom meyakini bahwa galaksi di alam semesta awal memiliki piringan gas raksasa yang terfragmentasi menjadi gumpalan-gumpalan dan membentuk bintang. Gumpalan ini kemudian bermigrasi ke pusat galaksi dan bergabung membentuk tonjolan.

"Kami berpikir bahwa galaksi di alam semesta awal memiliki piringan gas besar yang pecah menjadi gumpalan dan membentuk bintang. Gumpalan ini bermigrasi ke pusat galaksi, dan banyak yang bergabung membentuk tonjolan mereka," jelas Barbara Lanzoni, profesor asosiasi Universitas Bologna yang turut menulis studi ini.

Dampak Temuan untuk Penelitian Galaksi

Keberadaan Terzan 5 sebagai fosil yang selamat dari proses merger galaksi memberikan jendela langka untuk mempelajari kondisi alam semesta saat baru berusia beberapa miliar tahun. Temuan ini memperkuat teori bahwa pembentukan tonjolan galaksi tidak terjadi dalam satu peristiwa besar, melainkan melalui akumulasi bertahap dari fragmen-fragmen purba.

Dengan kemampuan inframerah JWST yang mampu menembus debu antariksa, para astronom berharap dapat menemukan lebih banyak 'fosil' serupa di masa depan. Setiap fragmen yang ditemukan akan menjadi potongan puzzle untuk merekonstruksi bagaimana Bima Sakti—dan galaksi lain—terbentuk dari kumpulan gumpalan gas purba menjadi struktur raksasa yang kita kenal sekarang.

Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks