SULAWESI TENGAH — Kasus pengadilan federal di Amerika Serikat pada Juli lalu membuka tabir soal cara Microsoft melacak perangkat Windows melampaui proteksi VPN. Dalam dakwaan terhadap anggota kelompok peretas Scattered Spider, Microsoft memberikan log yang menghubungkan kode bernama Global Device Identifier (GDID) dengan aktivitas IP tersangka. Berbekal data itu, penyidik melacak perangkat yang sama selama delapan bulan, meski pengguna berpindah-pindah IP lewat VPN di berbagai negara.
GDID adalah kode unik yang diberikan server Microsoft kepada setiap instalasi Windows. Kode ini bertahan saat pembaruan sistem, namun akan berganti jika pengguna melakukan instalasi ulang bersih. Masalahnya, ID stabil ini terhubung dengan telemetri, data browsing Edge, riwayat Microsoft Store, dan alamat IP. Artinya, Microsoft bisa menghubungkan aktivitas perangkat yang sama lintas sesi dan layanan, apa pun IP yang dipakai.
Mengapa VPN dan Akun Lokal Tidak Cukup
VPN bekerja dengan menyamarkan alamat IP dan mengenkripsi lalu lintas data. GDID berada di luar jalur tersebut, tepatnya di lapisan komunikasi antara Windows dan cloud Microsoft. Setiap sesi tetap bisa dikaitkan ke perangkat yang sama tanpa peduli IP asal koneksi.
Windscribe juga menemukan bahwa beralih ke akun Windows lokal tidak menyelesaikan masalah. Dalam pengujian internal, mesin uji tetap menghasilkan GDID meski memakai akun lokal. Bahkan setelah nilai di registry dihapus manual, kode tersebut muncul kembali setelah perangkat di-restart.
Cara Kerja deGDID dan Risiko Pemakaiannya
deGDID bekerja dengan memodifikasi file hosts dan aturan firewall untuk memblokir jalur registrasi yang dipakai Windows saat mengambil GDID. Alat ini juga membersihkan artefak identitas lokal yang diketahui. Windscribe sengaja membuat tool ini menolak beroperasi di perangkat yang dikelola perusahaan atau bergabung ke domain.
Pengguna bisa mengunduh skrip degdid.ps1 dari GitHub dan menjalankannya di PowerShell dengan hak administrator. Parameter -Status berfungsi untuk pemeriksaan tanpa mengubah apa pun, -Protect untuk menjalankan blokir penuh, dan -Unprotect untuk membatalkan perubahan.
Pengujian langsung menunjukkan skrip berjalan tanpa error, tetapi efek sampingnya cukup signifikan. Login ke Xbox, Outlook, dan Microsoft Store menjadi gagal karena aturan firewall ikut memutus konektivitas yang dibutuhkan layanan tersebut. Windscribe memperingatkan bahwa OneDrive, passkey, dan Windows Hello juga berpotensi terdampak.
Batasan yang Perlu Diketahui Pengguna
Windscribe mengakui tool ini belum tentu menangkap semua jalur GDID dan tidak menghapus data yang sudah tersimpan di server Microsoft. Bagi pengguna yang menginginkan solusi lebih menyeluruh, Windscribe menyarankan untuk beralih ke Linux.
deGDID saat ini menjadi salah satu dari sedikit alat yang secara khusus membidik GDID. Untuk pengguna Windows yang peduli privasi, tool ini layak dicoba dengan catatan siap menerima gangguan pada layanan Microsoft. Bagi yang tidak ingin ribet, opsi paling praktis tetap beralih ke sistem operasi alternatif.