SULAWESI TENGAH — Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati, mengatakan pihaknya menerima laporan via nomor darurat 112 pada pukul 17.31 WIB. “Awalnya (kebakaran) ruko, cuma itu kan semi permanen semua, iya warung (yang kebakaran),” ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu malam.
Hingga berita ini diturunkan, petugas masih berjibaku memadamkan sisa-sisa api di lokasi. Tessy menyebut akses menuju titik api menjadi kendala utama. “Karena sumber susah ke sana, jadi kita fokus penanganan dulu,” katanya.
Dua Pos Damkar Dikerahkan, Jumlah Personel Bertambah
Selain tiga unit awal yang berasal dari Pos Wali, Mako, dan Merdeka, DPKP Depok telah meminta pasukan tambahan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cimanggis. Tessy menjelaskan personel yang awalnya 12 orang kemungkinan besar sudah bertambah seiring meluasnya area kebakaran.
“Sementara yang respons awal tiga, cuma tadi sudah minta backup dari UPT Cimanggis. Dari awal Pos Wali, Merdeka, dan Mako,” ucap Tessy merinci asal satuan yang diterjunkan.
Tak Ada Korban Jiwa, Kerugian Masih Didata
Kabar baik datang dari sisi korban jiwa. Tessy memastikan tidak ada korban luka maupun meninggal dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material belum dapat diperkirakan karena petugas masih fokus pada pemadaman dan pendinginan.
“Tidak ada korban, kerugian masih dalam lidik, karena laporan di lapangan ada tempat rongsok juga terbakar,” tuturnya. Keberadaan tumpukan barang bekas di lokasi disebut ikut memperbesar kobaran api dan mempersulit proses pemadaman.
Penyebab kebakaran masih menjadi misteri. Tim investigasi dari DPKP Depok dijadwalkan akan masuk ke lokasi setelah api benar-benar padam untuk mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi.