Pencarian

Bupati Morowali Lantik Aris sebagai Penjabat Kepala Desa Matano, Tekankan Sinergi dan Stabilitas Keamanan Desa

Senin, 03 Agustus 2026 • 09:15:31 WIB
Bupati Morowali Lantik Aris sebagai Penjabat Kepala Desa Matano, Tekankan Sinergi dan Stabilitas Keamanan Desa
Bupati Morowali melantik Aris sebagai Penjabat Kepala Desa Matano di Aula Kantor Camat Sombori Kepulauan, Rabu (22/7/2026).

MOROWALI — Aris, S.Sos resmi memegang tampuk kepemimpinan Desa Matano, Kecamatan Sombori Kepulauan, setelah dilantik oleh Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf. Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Camat Sombori Kepulauan, Desa Tanjung Harapan, Rabu (22/7/2026).

Pengangkatan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Morowali Nomor: 100.3.3.2/KEP.0228/DPMD/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Penjabat Kepala Desa Matano.

Langkah ini diambil Pemerintah Kabupaten Morowali untuk menjamin keberlangsungan pemerintahan desa serta pelayanan kepada masyarakat tidak terputus.

Forkopimda Hadir, Perkuat Dukungan Tata Kelola Desa

Prosesi pelantikan turut dihadiri Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini, S.I.K., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Abdul Malik Hafid, serta Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Ichwan Bachmid.

Camat Sombori Kepulauan Ambo Asse, para kepala desa se-Kecamatan Sombori Kepulauan, dan tokoh masyarakat juga tampak hadir. Kehadiran lintas unsur ini dinilai mencerminkan dukungan nyata terhadap tata kelola pemerintahan desa yang efektif.

Ujung Tombak Pelayanan Publik di Tingkat Akar Rumput

Dalam sambutannya, Bupati Iksan menyampaikan selamat atas amanah yang diberikan kepada Aris. Ia menegaskan posisi kepala desa sebagai ujung tombak pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik.

Menurutnya, setiap program yang dijalankan di desa harus disusun berdasarkan aspirasi warga. Program tersebut juga wajib selaras dengan kebijakan pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten.

Bupati mengingatkan pentingnya membangun sinergi dan kebersamaan dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Kolaborasi dinilai kunci untuk menghilangkan sekat yang dapat menghambat pembangunan.

"Menjaga Keamanan Tanggung Jawab Bersama"

Bupati Iksan menekankan bahwa stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab kolektif, bukan hanya aparat kepolisian. Para kepala desa diminta memperkuat koordinasi dengan TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan elemen masyarakat.

“Menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Dengan kebersamaan dan kolaborasi yang kuat, pembangunan di desa akan berjalan optimal dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya,” tegas Bupati.

Ia berharap seluruh aparatur desa mampu bekerja secara profesional dan transparan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah harus dijaga demi mewujudkan pelayanan yang semakin baik.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: bedahnusantaraindonesia.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks