PALU — Rencana diseminasi nilai-nilai hak asasi manusia (HAM) di Kota Palu bakal menyasar berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga aparatur sipil negara. Hal ini mengemuka dalam pertemuan Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dengan Kepala Sekretariat Komnas HAM Edy Sutichno di Palu, Jumat.
Hadianto menekankan bahwa edukasi HAM tidak bisa berjalan sendiri. Ia mengajak Komnas HAM bersinergi dengan Komisi Penanggulangan AIDS Kota Palu untuk memperkuat edukasi pencegahan HIV/AIDS.
Kolaborasi dengan KPA untuk Pendekatan Humanis
"Edukasi HAM dan kesehatan perlu berjalan beriringan agar masyarakat lebih memahami hak atas kesehatan tanpa diskriminasi," ujar Hadianto.
Menurutnya, kolaborasi ini diharapkan mendorong Palu menjadi daerah yang menjunjung tinggi HAM sekaligus aktif dalam pencegahan HIV/AIDS. Pendekatan yang dipakai harus humanis dan nondiskriminatif terhadap kelompok rentan.
Target Diseminasi: Sekolah, Kampus, dan Komunitas
Kepala Sekretariat Komnas HAM Edy Sutichno mengapresiasi komitmen Pemkot Palu dalam pemenuhan HAM. Pihaknya siap mendukung kegiatan diseminasi yang nantinya menyasar sekolah, perguruan tinggi, komunitas, hingga aparatur pemerintah daerah.
"Komnas HAM siap mendukung kegiatan diseminasi nilai-nilai HAM di Kota Palu. Kami ingin memastikan setiap warga mendapatkan pemahaman yang sama tentang hak dan kewajiban sebagai warga negara," kata Edy.
Perluasan edukasi ini diharapkan memperkuat internalisasi nilai-nilai HAM, termasuk dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Kota Palu.
Sinergi Jangka Panjang Pemkot dan Komnas HAM
Wali Kota Hadianto berharap sinergisitas antara Pemkot Palu dan Komnas HAM semakin kuat ke depan. Fokus utamanya membangun kesadaran masyarakat tentang HAM, toleransi, dan kesehatan.
Dalam pertemuan yang sama, kedua pihak juga membahas perkembangan penanganan isu HAM serta situasi keamanan dan ketertiban di Kota Palu. Penguatan pemahaman HAM dinilai perlu dilakukan berkelanjutan agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat.