PALU — Ribuan pecinta otomotif dari sembilan provinsi memadati Palu pada akhir pekan ini. Mereka mengikuti gelaran Bhayangkara Otomotif Nambaso 2026 yang diinisiasi Polda Sulawesi Tengah. Ajang ini menjadi salah satu rangkaian menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 2026.
Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol. Nasri secara resmi melepas para peserta di titik start, Sabtu pagi. Ia menyebut kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat persaudaraan antar komunitas otomotif sekaligus promosi destinasi wisata Sulawesi Tengah.
Lima Kategori Lomba dan Aksi Sosial
Panitia menyiapkan lima kategori utama dalam event ini. Tiga di antaranya sudah bergulir pada Sabtu hingga Minggu (14/6), yakni Offroad Jelajah Lembah Palu Seri V, Bhayangkara Trail Adventure Seri IX, dan Vespa Touring Nambaso Seri II.
Dua kategori lainnya akan menyusul pekan depan. Bhayangkara RC Seri I dijadwalkan pada 20-21 Juni 2026, sementara Drag Bike and Race Bhayangkara akan menjadi penutup pada 27-28 Juni 2026.
Ketua Panitia Kombes Pol. Heni Agus Sunandar menjelaskan bahwa kegiatan ini mengkolaborasikan hobi otomotif dengan aksi sosial. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tetapi juga menggelar bakti sosial, bakti lingkungan, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peserta dari Sembilan Provinsi
Sedikitnya 2.560 orang terdaftar sebagai peserta. Mereka datang tidak hanya dari Sulawesi Tengah, tetapi juga dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Kalimantan.
“Kegiatan ini mengkolaborasikan kegiatan otomotif dengan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat, memberikan pelayanan terbaik kepada pecinta otomotif, serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Heni Agus Sunandar.
Target: Lahirkan Bibit Atlet Nasional
Kapolda Nasri berharap ajang ini bisa menjadi inkubator bagi lahirnya bibit-bibit atlet otomotif dari Sulawesi Tengah. Targetnya, mereka mampu bersaing di tingkat nasional, regional, hingga internasional.
Event ini juga mengusung tema besar “Polri Untuk Masyarakat”. Polda Sulteng ingin menunjukkan bahwa institusi kepolisian hadir tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam pengembangan olahraga dan pariwisata daerah.