Pencarian

Bupati Morowali Iksan Turun Langsung Keruk Sedimentasi Bendung Karaupa Jelang Musim Kemarau, Target 4 Hari Selesai

Senin, 10 Agustus 2026 • 23:13:32 WIB
Bupati Morowali Iksan Turun Langsung Keruk Sedimentasi Bendung Karaupa Jelang Musim Kemarau, Target 4 Hari Selesai
Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf memantau langsung pengerukan sedimentasi di Bendung Karaupa pada Senin (10/8/2026).

MOROWALI — Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, bergerak cepat menangani sedimentasi yang menumpuk di Bendung Karaupa. Turun langsung ke lokasi pada Senin (10/8/2026), ia memastikan proses pengerukan berjalan untuk mengantisipasi kekeringan lahan pertanian di musim kemarau.

"Hari ini kita turun lapangan melihat bagaimana mengeruk sedimen yang ada di Bendung Karaupa. Karena kalau kondisi ini dibiarkan, sawah-sawah yang ada di bawah bisa mengalami kekeringan," kata Iksan di Bendung Karaupa.

Alasan Pengerukan Mendesak Dilakukan

Penumpukan sedimen di bendung membuat debit air yang masuk ke jalur irigasi berkurang drastis. Jika dibiarkan, aliran ke sawah warga akan terhenti total dan mengancam gagal panen.

"Kita lihat sekarang mulai membaik. Ini juga mau menghadapi musim kemarau, jadi kita berinisiatif melakukan langkah-langkah perbaikan supaya aliran sungainya makin deras dan turun ke jalur irigasi," ujarnya.

Koordinasi Cepat Lintas Kewenangan

Bendung Karaupa secara administratif merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Namun, melihat urgensi di lapangan, Iksan memilih mempercepat komunikasi dengan berbagai pihak agar penanganan tidak berlarut-larut.

Penanganan ini melibatkan jajaran camat, anggota DPRD, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak-pihak terkait lainnya. Langkah ini ditempuh agar persoalan sedimentasi tidak berkembang menjadi krisis air yang lebih besar bagi sektor pertanian.

Permohonan Maaf atas Air Keruh

Iksan menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila proses pengerukan menyebabkan air menjadi keruh. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung selama proses pengerjaan, yakni sekitar empat hari.

"Ini adalah langkah percepatan supaya semua bisa beres. Karena kalau dibiarkan bisa bermasalah nantinya. Bisa-bisa sawah masyarakat kita di bawah tidak kebagian air," tegasnya.

Pemkab Morowali berkomitmen memastikan penanganan di lapangan berjalan cepat sehingga kebutuhan air bagi sawah masyarakat tetap terjamin dan tidak menimbulkan persoalan yang lebih besar ke depan.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dteksinews.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks