Pencarian

Dokter Spesialis Minim di Sulteng, Pemprov Bidik Putra Daerah Lewat Program Pendidikan di Untad

Minggu, 24 Mei 2026 • 12:41:36 WIB
Dokter Spesialis Minim di Sulteng, Pemprov Bidik Putra Daerah Lewat Program Pendidikan di Untad
Wakil Gubernur Sulteng membuka PPDS tahap pertama di Untad untuk atasi kekurangan dokter spesialis.

PALU — Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes, menyebut pembukaan PPDS tahap pertama di Untad menjadi kunci mengatasi krisis tenaga medis spesialis di wilayah kepulauan dan pegunungan. Tantangan geografis yang ekstrem membuat dokter spesialis dari luar daerah enggan bertugas di pelosok.

Prioritas untuk Anak Daerah

“Kami berusaha dengan Universitas Tadulako bagaimana caranya untuk membuka PPDS-1 sehingga nanti ke depan kita lebih memprioritaskan anak-anak daerah yang mau ditempatkan di rumah sakit yang ada di ujung-ujung Sulawesi Tengah,” ujar Reny saat menghadiri pelantikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sulteng di Hotel BW Coco, Sabtu (23/5).

Menurutnya, pemenuhan empat layanan spesialis dasar dan tiga spesialis penunjang di rumah sakit sangat bergantung pada ketersediaan dokter spesialis. Tanpa program ini, rumah sakit di daerah terpencil sulit memenuhi standar pelayanan medis.

Kolaborasi dengan Unhas Atasi Kekurangan Dosen

Meski PPDS sudah berjalan, Wagub mengakui kebutuhan dosen pengajar masih kurang. Proses pembelajaran sementara ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

“Ke depan saya berharap adik-adik yang masih ingin ambil subspesialis apalagi mau ambil S3, Insyaallah kita akan usahakan lewat BERANI Cerdas,” harapnya. Program beasiswa itu diharapkan mendorong lebih banyak dokter daerah melanjutkan pendidikan subspesialis maupun magister/doktor.

Pelantikan Pengurus PAPDI Sulteng 2025-2028

Dalam kesempatan yang sama, dr. Sarniwaty Kamissy, Sp.PD, resmi dilantik sebagai Ketua PAPDI Sulteng periode 2025-2028. Wagub Reny berharap organisasi ini bisa bersinergi dengan pemerintah provinsi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

“Semoga kita bisa bersama-sama berjalan dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah,” pungkasnya, dalam rangka mewujudkan Sulteng yang lebih sehat. Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan tenaga dokter spesialis tidak hanya terpusat di kota besar seperti Palu, tetapi menyebar hingga ke wilayah terluar.

Bagikan
Sumber: strateginews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks