PALU — Kepala Dinas Pangan Sulawesi Tengah Rohani Mastura menyebut subsidi dari Bank Sulteng berperan penting menekan harga sejumlah komoditas pangan. Menurut dia, masyarakat dapat berbelanja dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar berkat bantuan tersebut.
"Gerakan Pangan Murah ini dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan, khususnya menjelang HBKN. Berkat dukungan subsidi dari Bank Sulteng, komoditas yang dijual dapat jauh lebih murah dibanding harga pasar sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga," kata Rohani di Palu.
Harga Komoditas di GPM: Beras Premium Rp70.000 per 5 Kilogram
Sejumlah komoditas ditawarkan dalam kegiatan tersebut dengan harga yang telah disubsidi. Beras premium dijual Rp70.000 per 5 kilogram, sedangkan beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram.
Minyakita dipatok Rp15.500 per liter. Bawang putih Rp27.000 per kilogram dan bawang merah Rp30.000 per kilogram.
Untuk cabai rawit, harga yang ditawarkan Rp45.000 per kilogram. Telur ayam dijual Rp50.000 per rak.
Pasokan Disiapkan: 2 Ton Beras hingga 200 Rak Telur
Dinas Pangan Sulteng menyiapkan pasokan dalam jumlah cukup besar untuk kegiatan tersebut. Masing-masing 2 ton beras premium dan beras SPHP disiapkan, ditambah 1.000 liter minyak goreng premium.
Bawang putih dan bawang merah masing-masing tersedia 100 kilogram. Cabai disiapkan 50 kilogram, ayam potong 100 ekor, serta telur 200 rak.
Pelaksanaan GPM melibatkan 15 distributor, petani cabai, serta peternak lokal. Keterlibatan mereka memastikan ketersediaan berbagai kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Peran Bank Daerah di Luar Layanan Keuangan
Keterlibatan Bank Sulteng melalui program CSR memperlihatkan peran sektor perbankan daerah dalam mendukung program pemerintah. Kontribusi sosial itu menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, tidak hanya melalui layanan keuangan.
Kolaborasi antara Bank Sulteng dan Pemprov Sulteng diharapkan terus berlanjut. Tujuannya memperluas akses masyarakat terhadap pangan terjangkau, menjaga daya beli, serta mendukung stabilitas ekonomi daerah.