Pencarian

FKUB dan BAMAG Sulteng Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi, Warga Terisolasi Mulai Terima Logistik

Senin, 22 Juni 2026 • 15:00:31 WIB
FKUB dan BAMAG Sulteng Salurkan Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Gempa di Sigi, Warga Terisolasi Mulai Terima Logistik
FKUB dan BAMAG Sulteng menyalurkan 250 paket bantuan sembako untuk korban gempa di Sigi.

SIGI — Gelombang bantuan untuk korban gempa bumi di Sigi terus mengalir. FKUB dan BAMAG Sulawesi Tengah menyalurkan ratusan paket sembako dan logistik ke sejumlah titik pengungsian di daerah yang paling parah terdampak. Langkah ini merupakan bentuk solidaritas lintas iman dan gercep lembaga zakat dalam merespons bencana.

Desa Terisolasi Jadi Prioritas Penyaluran

Penyaluran difokuskan ke desa-desa di Kecamatan Dolo dan Palolo, dua wilayah yang akses jalannya sempat terputus akibat gempa. Tim gabungan FKUB dan BAMAG menggunakan jalur alternatif dan kendaraan roda dua untuk menembus medan yang masih rawan longsor.

Ketua FKUB Sulteng menyebutkan, bantuan yang disalurkan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, air mineral, serta kebutuhan bayi dan lansia. "Kami melihat langsung warga sangat membutuhkan makanan siap saji karena dapur umum belum berfungsi penuh," ujarnya dalam keterangan kepada media.

Apa Saja Isi Paket Bantuan untuk Warga Sigi?

  • Beras 5 kg per paket
  • Mie instan dan minyak goreng
  • Air mineral dan susu untuk balita
  • Obat-obatan dan perlengkapan kebersihan
  • Selimut dan tikar untuk pengungsi

Total paket yang disalurkan pada tahap awal mencapai 250 paket. BAMAG Sulteng menargetkan akan menambah jumlah bantuan pada pekan depan seiring pendataan warga yang masih mengungsi di rumah kerabat atau tenda darurat.

Mengapa Bantuan dari FKUB dan BAMAG Penting?

Kolaborasi FKUB dan BAMAG menunjukkan bahwa respons bencana tidak hanya menjadi tugas pemerintah. Lembaga keagamaan dan filantropi memiliki jaringan distribusi yang cepat ke tingkat akar rumput, terutama ke lokasi yang belum terjangkau bantuan resmi.

Seorang warga di Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, mengaku baru menerima bantuan pertama kali sejak gempa terjadi tiga hari lalu. "Kami bersyukur, stok beras di rumah habis. Ini sangat membantu," katanya.

Bagaimana Proses Distribusi ke Pengungsi?

Distribusi dilakukan melalui posko-posko pengungsian yang sudah didata oleh FKUB dan BAMAG bersama pemerintah desa. Relawan dari lintas komunitas ikut membantu membongkar dan membagikan paket agar tepat sasaran.

Setiap paket diberikan langsung ke kepala keluarga dengan pencatatan nama dan NIK untuk menghindari duplikasi penerima. Mekanisme ini juga memudahkan koordinasi jika ada bantuan susulan dari pihak lain.

Apakah Bantuan Tahap Lanjutan Sudah Direncanakan?

BAMAG Sulteng memastikan akan menyalurkan bantuan tahap kedua dalam waktu dekat, dengan tambahan paket khusus untuk anak-anak dan ibu hamil. FKUB juga menyiapkan layanan trauma healing bagi warga yang mengalami guncangan psikologis pascagempa.

"Kami tidak berhenti di sini. Bencana ini butuh respons panjang, terutama untuk pemulihan ekonomi warga yang rumahnya rusak," ujar perwakilan BAMAG Sulteng.

Bagikan
Sumber: radarpalu.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks