Pencarian

Gempa Sulteng Tewaskan Tiga Orang, Kepala BNPB Terbang ke Sigi untuk Tinjau Penanganan Darurat

Jumat, 19 Juni 2026 • 21:46:31 WIB
Gempa Sulteng Tewaskan Tiga Orang, Kepala BNPB Terbang ke Sigi untuk Tinjau Penanganan Darurat
Kepala BNPB tiba di Sigi untuk meninjau penanganan darurat pascagempa magnitudo 6,7.

SIGI — Tiga warga dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah, Selasa (16/6) lalu. Dua korban berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, dan satu korban lainnya di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki. Satu dari tiga korban merupakan hasil pendataan terbaru yang telah terverifikasi petugas di lapangan per Kamis (18/6) siang.

Selain korban jiwa, gempa menyebabkan 17 warga mengalami luka berat dan 91 orang luka ringan. BPBD dan tim asesmen mencatat sebanyak 1.652 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 1.472 rumah rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat. Kerusakan juga melanda 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, 8 gedung perkantoran, 2 rumah adat, dan 8 jaringan air bersih. Kantor Bupati Sigi serta gedung BAPPERINDA Kabupaten Sigi turut terdampak.

Gempa Susulan Masih Terjadi, Warga Diminta Waspadai Bangunan Retak

BMKG mencatat telah terjadi 703 kali gempa susulan hingga Kamis (18/6) siang. Dari jumlah itu, 25 kali gempa masih dirasakan warga, dengan kekuatan terbesar magnitudo 5,2 dan terkecil magnitudo 1,3. Pusat gempa utama berada di darat wilayah Kabupaten Parigi Moutong pada kedalaman 10 kilometer dan tidak berpotensi tsunami.

Pemerintah Kabupaten Sigi telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari sejak hari pertama gempa. Wakil Bupati Sigi ditunjuk sebagai Komandan Satuan Tugas Penanganan Darurat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masih memproses penetapan status tanggap darurat tingkat provinsi untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.

Logistik Mulai Disalurkan, Tenda dan Air Bersih Masih Jadi Kebutuhan Utama

BNPB telah mengirimkan bantuan logistik tahap awal ke lokasi bencana, meliputi 3 unit tenda pengungsi, 50 tenda keluarga, 150 paket sembako, 150 lembar matras, 150 lembar selimut, dan 100 kasur lipat. Personel TNI dan Polri diterjunkan untuk membantu pembersihan puing, distribusi logistik, dan dukungan operasional di lapangan.

Hingga kini, kebutuhan mendesak yang masih diperlukan warga terdampak antara lain tambahan tenda pengungsi dan tenda keluarga, pasokan air bersih, selimut, matras, penerangan darurat, serta layanan kesehatan. Pemerintah daerah bersama BPBD masih melakukan pendataan by name by address untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kepala BNPB dijadwalkan meninjau langsung lokasi terdampak di Kabupaten Sigi pada Jumat (19/6). Kunjungan ini untuk memastikan pelaksanaan tanggap darurat berjalan efektif, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta mengidentifikasi kebutuhan prioritas warga. Sebelumnya, Tim Reaksi Cepat BNPB yang dipimpin dua pejabat eselon II dari Kedeputian Tanggap Darurat telah lebih dulu berada di lokasi.

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG, BPBD, serta pemerintah daerah. Warga diminta tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman oleh petugas berwenang, mengingat aktivitas gempa susulan masih terus terjadi.

Bagikan
Sumber: harnas.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks