SULAWESI TENGAH — Laporan keuangan perusahaan menunjukkan laba bersih CATL pada kuartal pertama 2026 melonjak 48,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pendapatan perusahaan juga ikut meroket 52,5 persen menjadi 129,1 miliar yuan.
Bisnis Penyimpanan Energi Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Pertumbuhan CATL tidak semata-mata ditopang oleh permintaan baterai kendaraan listrik. Segmen penyimpanan energi atau energy storage system (ESS) kini menjadi sumber pendapatan yang semakin krusial. Investasi energi terbarukan di berbagai negara mendorong lonjakan permintaan sistem penyimpanan ini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pemasok komponen utama kendaraan listrik kini memiliki profitabilitas yang tak kalah besar dibanding produsen mobil itu sendiri. Sebuah laporan menyebut laba CATL pada kuartal pertama 2026 bahkan lebih besar dari gabungan keuntungan beberapa produsen mobil ternama China.
Pangsa Pasar Baterai Global Tembus 42 Persen
Di luar sisi keuangan, CATL terus memperkuat dominasi globalnya. Data industri mencatat pangsa pasar baterai kendaraan listrik CATL telah mencapai sekitar 42 persen pada awal 2026. Angka ini jauh meninggalkan para pesaing terdekatnya.
Perusahaan yang berkantor pusat di Ningde, China ini memasok baterai untuk berbagai merek besar dunia. Portofolio pelanggannya mencakup Tesla, Toyota, hingga sejumlah produsen otomotif China.
Dampak ke Industri Otomotif Global dan Lokal
Dengan pertumbuhan laba yang terus meningkat dan dominasi pasar yang semakin kuat, CATL berpotensi memainkan peran yang lebih besar dalam menentukan arah perkembangan kendaraan listrik di masa depan. Produsen mobil di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, sangat bergantung pada pasokan baterai dari perusahaan ini untuk mengembangkan model listrik mereka.
Ketergantungan global terhadap CATL menjadi pengingat bahwa rantai pasok industri kendaraan listrik kini dikuasai oleh pemasok komponen, bukan sekadar pabrikan mobil. Bagi pasar Indonesia yang tengah gencar mendorong adopsi kendaraan listrik, posisi CATL sebagai pemasok utama patut menjadi perhatian para pemangku kepentingan.