SULAWESI TENGAH — Korban jiwa dalam insiden tersebut adalah Muhammad Soleh (51) dan Oo Adroma (46), keduanya merupakan pengemudi dan penumpang truk boks Isuzu Giga bernomor polisi B 9668 JXR. Mereka meninggal dunia akibat luka berat yang diderita saat dievakuasi ke RSUD Bob Bazar Kalianda.
Dugaan Rem Blong dan Tabrakan Beruntun
Kasatlantas Polres Lampung Selatan, AKP M Erza Trisyahputra Nasution, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula saat truk Isuzu Giga melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung. "Saat memasuki lokasi kejadian yang merupakan ruas jalan lurus dan menurun, kendaraan tersebut kehilangan kendali lalu menghantam bagian belakang truk boks Hino BE 8082 AUE," kata Erza, Rabu (17/6).
Benturan keras itu mendorong truk Hino pertama hingga terguling di sisi kiri jalan. Truk Isuzu Giga kemudian oleng ke jalur berlawanan dan menabrak truk Hino BE 8065 AUB yang melaju dari arah berlawanan. "Dugaan sementara kendaraan mengalami gagal fungsi pengereman sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraan," ujarnya.
Kondisi Jalan dan Cuaca Saat Kejadian
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan faktor eksternal tidak menjadi penyebab utama. Erza menyebutkan kondisi cuaca saat kejadian cerah, arus lalu lintas dalam keadaan normal, dan jalan beraspal dalam kondisi baik. Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Lampung Selatan masih mengumpulkan keterangan para saksi untuk mendalami penyelidikan.
Identitas Korban Luka dan Proses Evakuasi
Selain dua korban tewas, kecelakaan ini juga melukai tiga orang lainnya. Pengemudi truk Hino BE 8065 AUB, Edi Prayitno (57), mengalami patah tulang pada tangan kanan dan paha kanan serta sejumlah luka lainnya. Ia kini menjalani perawatan intensif di RSUD Bob Bazar Kalianda.
Dua korban lainnya, Faisal Akbar (31) dan Nico Prastiawan (22), mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Penengahan. Proses evakuasi kendaraan dan penanganan korban dilakukan oleh tim gabungan dari Satlantas Polres Lampung Selatan.