Pencarian

Motor Listrik Butuh Teknik Berkendara Berbeda, Instruktur Safety Riding Beberkan 4 Hal Krusial

Senin, 15 Juni 2026 • 11:05:01 WIB
Motor Listrik Butuh Teknik Berkendara Berbeda, Instruktur Safety Riding Beberkan 4 Hal Krusial
Instruktur safety riding menjelaskan empat teknik berkendara penting untuk pengendara motor listrik di Sulawesi Tenggara.

SULAWESI TENGAH — Motor listrik memang menawarkan biaya operasional rendah dan nol emisi, tapi karakter berkendaranya jauh dari kata "tinggal gas". Wanny Dewa, instruktur safety riding Astra Motor Sulawesi Tenggara, menjelaskan ada perbedaan fundamental yang wajib dipahami pengguna sebelum melaju di jalan raya.

Torsi Instan Bisa Membahayakan di Jalan Licin

Perbedaan paling kentara ada pada respons gas. Motor listrik mengeluarkan torsi penuh sejak putaran awal, membuat akselerasi terasa sangat responsif. "Pengendara perlu lebih halus dalam mengoperasikan throttle agar akselerasi tetap terkendali, terutama saat berkendara di area padat atau jalan licin," ujar Wanny.

Kebiasaan membuka gas lebar-lebar seperti pada motor bensin yang akselerasinya bertahap menjadi kesalahan paling umum pengguna baru. Akibatnya, roda bisa selip atau motor oleng saat start mendadak. Wanny menyarankan pengendara memastikan posisi kendaraan benar-benar stabil sebelum menarik tuas gas, apalagi saat boncengan atau di area parkir.

Suara Senyap: Nyaman tapi Butuh Kewaspadaan Ekstra

Keheningan motor listrik memang mengurangi polusi suara, tapi jadi pedang bermata dua. Pengguna jalan lain—pejalan kaki, pesepeda, atau pengendara lain—sering tidak menyadari keberadaan motor listrik yang melintas. "Pengendara harus lebih memperhatikan situasi sekitar dan menggunakan klakson secara bijak saat diperlukan," jelas Wanny.

Kewaspadaan visual jadi kunci. Jangan hanya mengandalkan suara mesin untuk mendeteksi kendaraan di blind spot. Periksa spion lebih sering dan antisipasi gerakan pengguna jalan lain yang tiba-tiba berbelok tanpa menoleh.

Baterai Bukan Bensin: Manajemen Daya Tentukan Nasib Perjalanan

Kalau di motor bensin pengendara terbiasa melirik indikator bensin, di motor listrik fokus utama beralih ke kapasitas baterai. Wanny mengingatkan agar pengguna selalu memeriksa sisa daya sebelum bepergian, khususnya untuk rute jauh. "Pastikan baterai dalam kondisi cukup dan sesuaikan jarak tempuh dengan kapasitas yang tersedia. Jangan sampai kehabisan daya di tengah perjalanan," tegasnya.

Perbedaan lain: mengisi baterai butuh waktu, tidak seekstrim mengisi bensin. Perencanaan rute dan lokasi SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) jadi keterampilan baru yang wajib dimiliki pemilik motor listrik.

Perlengkapan Safety: Tak Ada Kompromi Meski Motor Modern

Teknologi canggih tidak menghilangkan kewajiban dasar berkendara. Helm SNI, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu tertutup tetap wajib dikenakan. "Perlengkapan keselamatan merupakan perlindungan utama yang wajib digunakan pada semua jenis kendaraan roda dua tanpa terkecuali," kata Wanny.

Faktor manusia masih menjadi penyebab terbesar kecelakaan. Pengendara motor listrik tetap harus menjaga konsentrasi, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, dan memastikan kondisi tubuh prima. Teknologi terus berkembang, tapi keselamatan tetap ditentukan oleh perilaku pengendaranya. "Kami selalu mengajak masyarakat untuk menerapkan budaya #Cari_Aman dalam setiap perjalanan," pungkas Wanny.

Bagikan
Sumber: rakyatku.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks