PALU — Sebanyak lima paket sembako berisi beras, minyak goreng, gula pasir, dan mie instan dibagikan langsung oleh jajaran LPKA Kelas II Palu kepada orang tua anak binaan. Bantuan ini menyasar keluarga yang secara ekonomi masuk kategori kurang mampu dan menjadi prioritas dalam program bakti sosial lembaga tersebut.
Bukan Sekadar Bagi-bagi, Ada Arahan dari Pusat
Kepala LPKA Kelas II Palu, Welli, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan seremonial belaka. Penyaluran bansos merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Plt. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-50.PR.01.01 Tahun 2024 tentang program akselerasi di bidang pemasyarakatan.
"Kami ingin menciptakan iklim pembinaan yang lebih humanis. Melalui semangat solidaritas dan gotong royong ini, kami berharap hubungan antara LPKA, anak binaan, dan pihak keluarga dapat terjalin semakin erat," ujar Welli dalam sambutannya.
Dampak Langsung ke Keluarga: Beban Dapur Berkurang
Salah satu penerima bantuan, Halimah, tak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia datang mewakili anaknya yang tengah menjalani pembinaan di LPKA Palu. Menurutnya, bantuan sembako ini sangat berarti untuk kebutuhan dapur sehari-hari di rumah.
"Perhatian yang diberikan oleh Bapak Kepala LPKA dan jajaran tidak hanya menguatkan fisik kami melalui bantuan ini, tetapi juga menguatkan hati kami selaku orang tua," ucap Halimah dengan mata berkaca-kaca.
Selaras dengan Panca Carana dan 13 Program Akselerasi
Welli menambahkan, langkah ini juga selaras dengan perintah harian Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui program 'Panca Carana Laksya Pemasyarakatan' serta 13 Program Akselerasi Menteri. LPKA Palu berkomitmen tidak hanya fokus pada pembinaan internal, tetapi juga membawa dampak sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Ke depan, LPKA Kelas II Palu berencana menjadikan kegiatan serupa sebagai program berkelanjutan. Targetnya, jangkauan penerima manfaat bisa diperluas dan sinergi dengan masyarakat semakin kuat demi kemajuan pemasyarakatan yang lebih berdampak.