SULAWESI TENGAH — Vang Thi De, perempuan muda etnis Mong, menjadi motor penggerak perubahan di Dong Van. Ia mendirikan bengkel tenun yang mengubah kain linen celup indigo buatan tangan menjadi tas tangan, syal, dan aksesori bermuatan identitas budaya Hmong. Produk-produk ini tidak hanya laku di kalangan wisatawan domestik dan mancanegara, tetapi juga mulai merambah pasar global.
"Saya tidak ingin kain linen hanya tersimpan di museum atau di sudut lemari. Kain linen harus hidup, harus mendukung orang-orang yang membuatnya," kata Vang Thi De.
Dari Jalan Bahagia ke Kota Tua: Daya Tarik yang Terus Bertambah
Dong Van menawarkan pengalaman visual yang sulit dilupakan: pagar batu mengelilingi rumah-rumah di lereng gunung, gerbang batu khas, dan rumah tradisional yang menyatu dengan tebing kapur. Saat senja, suara seruling Hmong bergema di pegunungan, berpadu dengan tarian tradisional.
Destinasi andalan seperti Kota Tua Dong Van, Sumur Suci, jalan pejalan kaki malam, Sungai Nho Que, dan Batu Kematian terus menjadi magnet. Bapak Nguyen Van Dan, wisatawan asal provinsi Phu Tho, mengaku terkesan dengan keindahan alam dan keramahan penduduk setempat. "Ketika saya menyusuri Jalan Kebahagiaan, menyaksikan tebing curam dan desa damai di lereng gunung, saya semakin menghargai negeri ini," ujarnya.
Infrastruktur dan Kebijakan Dorong Lonjakan Wisatawan
Pemerintah komune Dong Van menggenjot investasi infrastruktur transportasi dan perencanaan destinasi. Jalan-jalan menuju objek wisata diperbaiki, sementara lingkungan pariwisata dibangun dengan konsep hijau, bersih, dan indah. Bisnis serta koperasi didorong mengembangkan produk pertanian khas yang terkait dengan sektor pariwisata.
Hasilnya mulai terlihat. Pada Mei 2026 saja, Dong Van menerima 15.490 rombongan wisata dengan total lebih dari 105.000 pengunjung—naik hampir 9.500 orang dibanding bulan sebelumnya. Dari jumlah itu, 71.600 adalah wisatawan domestik dan 33.400 wisatawan internasional.
Secara kumulatif sejak awal tahun hingga Mei 2026, kawasan ini mencatat 83.817 kelompok kunjungan dengan total 428.775 orang. Angka tersebut setara dengan lebih dari 45 persen target tahunan yang direncanakan.
Pelestarian Budaya Jadi Tulang Punggung Ekonomi
Komune Dong Van secara rutin menggelar jalan pejalan kaki, pertunjukan seni rakyat di kawasan kota tua, serta kegiatan pertukaran budaya antar kelompok etnis. Ibu Tran Thi Sang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Urusan Sosial Komune Dong Van, menyatakan pihaknya akan terus mempromosikan pariwisata, melestarikan situs bersejarah, dan menjaga warisan geologi di dalam Geopark Global Dataran Tinggi Karst Dong Van UNESCO.
Model yang dijalankan Vang Thi De menjadi contoh bagaimana kerajinan tradisional bisa dihidupkan kembali. "Kain linen harus hidup, harus mendukung orang-orang yang membuatnya," tegasnya. Kini, produk-produk itu tidak hanya menjadi suvenir, tetapi juga alat diplomasi budaya yang memperkenalkan etnis Hmong ke dunia internasional.