Pencarian

Elon Musk Rencanakan Merger Tesla dan SpaceX, Ini Kronologi Transaksi Raksasa yang Bikin Geleng Kepala

Rabu, 27 Mei 2026 • 17:52:01 WIB
Elon Musk Rencanakan Merger Tesla dan SpaceX, Ini Kronologi Transaksi Raksasa yang Bikin Geleng Kepala
Elon Musk dikabarkan merencanakan merger antara Tesla dan SpaceX dengan potensi valuasi gabungan lebih dari US$ 3 triliun.

SULAWESI TENGAH — Kabar ini pertama kali diungkap CNBC, mengutip sumber internal yang menyebut Musk sudah mendiskusikan ide merger dengan kolega terdekatnya. Waktunya tidak sembarangan: SpaceX baru saja mengajukan dokumen S-1 pada 20 Mei dan dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq dengan kode saham SPCX pada 12 Juni. Target valuasi IPO mencapai US$ 1,75 triliun atau setara Rp 28.000 triliun, dengan dana yang dihimpun sekitar US$ 75 miliar — rekor IPO terbesar dalam sejarah.

Sementara itu, kapitalisasi pasar Tesla saat ini berada di kisaran US$ 1,6 triliun. Artinya, entitas gabungan bisa bernilai lebih dari US$ 3 triliun. Analis Wedbush, Dan Ives, bahkan memperkirakan probabilitas merger mencapai 80 hingga 90 persen pada awal 2027. Namun pasar prediksi Kalsih lebih skeptis: hanya 33 persen yang yakin merger terjadi sebelum Mei 2027.

Akar Masalah: Musk Duduk di Dua Kursi Sekaligus

Masalah utama dari rencana ini bukan sekadar besarnya angka. Musk memegang sekitar 20 persen ekuitas Tesla, tapi menguasai 85,1 persen hak suara SpaceX melalui kelas saham super-voting. Ketika ia duduk sebagai negosiator di kedua sisi meja, ia sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri — dengan kepentingan yang tidak merata di masing-masing perusahaan.

Tiga Transaksi Sebelumnya yang Jadi Peringatan

Ini bukan pertama kalinya Musk memainkan skenario serupa. Catatan tiga transaksi sebelumnya bisa menjadi pelajaran bagi pemegang saham:

1. SolarCity (2016) — US$ 2,6 Miliar
Tesla mengakuisisi SolarCity, perusahaan panel surya yang rugi dan kehabisan uang tunai. Musk adalah ketua dewan dan pemegang saham terbesar di kedua perusahaan. Pemegang saham Tesla menggugat, menuding ini sebagai bailout. Pengadilan Delaware akhirnya menyatakan transaksi itu "wajar", tapi direktur Tesla lainnya menyelesaikan gugatan dengan membayar US$ 60 juta tanpa mengakui kesalahan. Ironisnya, setelah memenangkan gugatan, Tesla menutup sebagian operasi suryanya dan berhenti melaporkan pemasangan panel secara triwulanan.

2. Twitter/X (2022) — US$ 44 Miliar
Musk membeli Twitter seharga US$ 44 miliar, lalu mencoba mundur setelah sadar terlalu mahal. Dalam setahun, Fidelity menilai sahamnya turun 65 persen. Pada Oktober 2024, platform itu hanya dihargai US$ 9-10 miliar. Lalu pada Maret 2025, xAI mengakuisisi X seharga US$ 33 miliar — secara ajaib memulihkan valuasi dari US$ 9 miliar menjadi US$ 33 miliar di atas kertas.

3. xAI — US$ 2 Miliar dari Tesla, Lalu Dilempar ke SpaceX (2025-2026)
Tesla menginvestasikan US$ 2 miliar ke xAI pada Januari 2026, meskipun pemegang saham sebelumnya menolak proposal serupa. Beberapa hari kemudian, beredar kabar Musk mempertimbangkan merger tiga arah. Dalam hitungan pekan, SpaceX mengakuisisi xAI dengan valuasi sekitar US$ 250 miliar. Beberapa pekan setelahnya, Musk mengakui bahwa xAI "tidak dibangun dengan benar" dan perlu dibangun ulang — setelah uang pemegang saham Tesla sudah masuk dan pemegang saham SpaceX menelan dilusi.

Apa yang Dipertaruhkan bagi Pemegang Saham Tesla?

Jika merger Tesla-SpaceX terjadi, pemegang saham Tesla akan menggabungkan perusahaan senilai US$ 1,6 triliun dengan entitas yang dikuasai Musk dengan 85 persen hak suara. Entitas itu kini sudah membawa beban Twitter yang hancur, perusahaan AI yang diakui sendiri salah bangun, dan bisnis roket dengan valuasi gila-gilaan yang bertumpu pada mimpi Mars yang terus tertunda serta "pusat data di luar angkasa".

Belum ada keputusan resmi dari dewan direksi kedua perusahaan. Namun dengan pola yang sudah terbukti tiga kali sebelumnya, pemegang saham punya alasan kuat untuk waspada.

Bagikan
Sumber: electrek.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks