POSO — Simson Polin menyebut Tentena, Kabupaten Poso, sebagai inspirasi bagi daerah lain di Indonesia dalam menjaga kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama. Hal itu ia sampaikan setelah menyaksikan langsung kehidupan toleransi di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, Simson berdiskusi dengan Ketua Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), Pdt. Djadaramo Tasiabe, M.Th., dan mantan Ketua Sinode GKST yang kini menjadi dosen di STFT Intim Makassar, Pdt. Dr. Omnesimus Kambodji, M.Th. Pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Nilai Toleransi yang Terjaga di Tengah Keberagaman
Diskusi itu membahas kehidupan gereja, toleransi umat beragama, hingga pentingnya menjaga perdamaian dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Simson mengaku sangat bangga dengan kondisi yang ia temui di Sulawesi Tengah, khususnya di Tentena dan Poso.
“Saya sangat bangga dengan toleransi umat beragama di Sulawesi Tengah. Saya juga sangat senang karena bisa mendengar dan belajar banyak hal dari kedua tokoh Kristen di Sulawesi Tengah,” ungkap Simson Polin.
Menurutnya, semangat persaudaraan yang hidup di tengah masyarakat Tentena menjadi contoh baik bagi daerah lain. Ia menilai kerukunan itu bukan sekadar simbol, melainkan praktik nyata yang dijalankan warga sehari-hari.
Peran Tokoh Agama dalam Stabilitas Sosial
Selain soal sosial dan keagamaan, pertemuan itu juga menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pentingnya pendidikan, pelayanan kemanusiaan, serta peran tokoh agama dalam menjaga stabilitas dan kedamaian masyarakat. Simson berharap nilai-nilai ini terus diwariskan kepada generasi muda.
Baginya, Tentena tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan Danau Poso. Kekuatan persaudaraan dan kerukunan masyarakatnya, kata dia, menjadi inspirasi bagi banyak orang di luar Sulawesi Tengah.
Apa yang Membuat Tentena Istimewa?
Tentena merupakan salah satu wilayah di Poso yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Meskipun pernah dilanda konflik horizontal pada awal 2000-an, masyarakat setempat berhasil membangun kembali rasa saling percaya dan persaudaraan.
Simson Polin berharap semangat toleransi yang tumbuh di Sulawesi Tengah dapat terus dijaga sebagai fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menilai pengalaman Tentena layak direplikasi di daerah lain yang masih menghadapi tantangan kerukunan.