SULAWESI TENGAH — Imbauan itu disampaikan bertepatan dengan puncak rangkaian ibadah haji, di mana jutaan jemaah tengah menjalani wukuf di Arafah pada Selasa (26/5). Suhu di kawasan suci diperkirakan berada pada level ekstrem, berkisar antara 44 hingga 47 derajat Celsius, meningkatkan risiko kelelahan panas dan heatstroke secara signifikan.
Risiko Kesehatan di Puncak Suhu
Otoritas kesehatan Saudi mencatat, tim medis telah menangani 144 jemaah yang mengalami heatstroke saat rangkaian utama ibadah haji mulai berlangsung. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus, Arab Saudi menyiagakan lebih dari 50 ribu tenaga kesehatan serta 3 ribu ambulans yang tersebar di berbagai kawasan suci.
Selain suhu tinggi, angin kencang dengan kecepatan 15 hingga 40 kilometer per jam juga diperkirakan terjadi pada siang hari. Kondisi ini berpotensi membawa debu dan pasir yang dapat memperburuk gangguan kesehatan, khususnya bagi jemaah dengan masalah pernapasan.
Isi Imbauan dan Layanan Darurat
Kementerian Haji dan Umrah meminta para jemaah tetap berada di dalam tenda atau tempat akomodasi selama periode panas ekstrem. Jemaah diminta beristirahat, menghindari aktivitas luar ruangan saat suhu mencapai puncaknya, serta melaksanakan salat di masjid yang berada dekat dengan lokasi penginapan.
“Jemaah diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan dengan berjalan kaki jika kondisi panas dinilai terlalu membebani fisik,” demikian dikutip dari situs resmi HIMPUH. Jika mengalami gejala seperti pusing, peningkatan suhu tubuh, sakit kepala, atau pandangan kabur, jemaah diminta segera menghubungi layanan darurat 911.
Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Ibadah
Cuaca ekstrem menjadi tantangan besar dalam pelaksanaan haji tahun ini. Mobilitas jutaan jemaah yang menjalani ritual di area terbuka, seperti wukuf di Arafah, membuat paparan sinar matahari langsung tidak terhindarkan pada jam-jam tertentu.
Imbauan untuk tidak keluar tenda pada pukul 10.00 hingga 16.00 itu pun menjadi langkah antisipasi utama. Otoritas Saudi berharap jemaah dapat mematuhi arahan tersebut untuk menekan angka korban akibat sengatan panas di tengah kondisi iklim yang tidak bersahabat.