PALU — Anggota DPRD Kota Palu, Haekal Ishak, menyoroti kondisi infrastruktur dan banjir yang kerap melanda Kecamatan Palu Barat. Ia meminta Pemkot Palu untuk segera memprioritaskan alokasi anggaran bagi kebutuhan dasar warga.
Banjir di Palu Barat: Akibat Drainase Tak Mampu Tampung?
Menurut Haekal, persoalan banjir di Palu Barat bukan sekadar masalah musiman. Ia menilai sistem drainase yang ada sudah tidak mampu menampung debit air, terutama saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Infrastruktur dasar seperti drainase dan saluran air harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai anggaran habis untuk proyek yang tidak berdampak langsung pada keselamatan warga,” ujar Haekal dalam keterangannya, Senin lalu.
Prioritas Anggaran: Antara Proyek Fisik dan Kebutuhan Warga
Haekal menekankan bahwa Pemkot Palu perlu melakukan evaluasi terhadap Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) tahun berjalan. Ia khawatir jika fokus pembangunan hanya pada proyek infrastruktur monumental, justru mengabaikan kebutuhan mendasar seperti perbaikan drainase, layanan kesehatan, dan bantuan sosial.
“Kami di DPRD akan mengawal agar setiap rupiah APBD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di Palu Barat yang sering terendam banjir,” tegas politikus tersebut.
Apa Dampak Banjir bagi Warga Palu Barat?
Banjir di Palu Barat tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian materiil. Rumah-rumah di kelurahan rendah seperti Siranindi dan Lere kerap terendam air setinggi lutut orang dewasa. Aktivitas ekonomi di pasar tradisional dan warung-warung sekitar juga lumpuh saat genangan air meluap.
Warga berharap Pemkot Palu tidak hanya melakukan normalisasi sungai, tetapi juga membangun sistem pompa air dan tanggul di titik-titik rawan. Sebab, banjir di wilayah ini kerap terjadi meski intensitas hujan tidak terlalu tinggi.
Apakah Ada Anggaran Khusus untuk Penanganan Banjir?
Hingga saat ini, Pemkot Palu belum merinci secara spesifik anggaran yang dialokasikan untuk penanganan banjir di Palu Barat. Haekal mendesak agar Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palu segera memaparkan rencana teknis dan anggaran yang dibutuhkan.
“Jangan sampai ada proyek multiyears yang mangkrak. Warga butuh solusi nyata, bukan janji,” pungkasnya.
Kapan Pemkot Palu Akan Bertindak?
Desakan Haekal Ishak ini menjadi catatan kritis bagi Wali Kota Palu dalam menyusun kebijakan ke depan. Musim hujan yang masih berlangsung hingga awal tahun depan membuat penanganan banjir di Palu Barat menjadi pekerjaan rumah yang tidak bisa ditunda.
Jika tidak segera diantisipasi, banjir susulan diprediksi akan kembali melanda kawasan tersebut, terutama saat pasang air laut bersamaan dengan hujan deras.