SULAWESI TENGAH — Model termurah Seagull, edisi Vitality, tetap dipertahankan pada harga 69.900 yuan (Rp 130 juta). Spesifikasi dasar ini dilengkapi baterai 30,08 kWh dengan jangkauan CLTC hingga 305 km, motor listrik 55 kW (73 hp), dan layar infotainment 12,8 inci dengan fitur kontrol 3D. Semua unit 2026 Seagull sudah mendapat kokpit pintar DiLink 150 buatan BYD.
Enam Varian dengan Dua Pilihan Baterai
BYD menawarkan Seagull dalam enam level trim, terbagi atas dua konfigurasi baterai. Paket pertama (30,08 kWh) tersedia untuk edisi Vitality dan Freedom, masing-masing dijual 69.900 yuan dan 90.900 yuan (Rp 170 juta). Edisi Comfort dan Flying mendapat baterai 38,88 kWh yang lebih besar, mempanjang jangkauan ke 405 km CLTC — dijual mulai 99.900 yuan untuk Comfort dan 97.900 yuan (Rp 182 juta) untuk Flying.
God's Eye B: Teknologi Autonomous Driving di Harga Terjangkau
Fitur unggulan 2026 Seagull adalah sistem smart driving God's Eye B (juga dikenal DiPilot 300) yang ditawarkan pada varian Freedom dan Flying. Sistem ini berbasis LiDAR yang dipasang di atap — konsep yang sebelumnya BYD hanya terapkan di sedan mewah brand Denza. Dengan mesin Nvidia Drive Orin yang sanggup 254 TOPS computing power, God's Eye B mendukung fitur seperti Navigation on Autopilot (NOA) di jalan kota dan tol, serta parkir otomatis.
Freedom 305 km dengan God's Eye B dipatok 90.900 yuan (Rp 170 juta), sementara Flying 405 km naik ke 97.900 yuan (Rp 182 juta). Harga ini lebih murah dibanding Leapmotor B10 yang pertama kali membawa LiDAR ke segmen 100.000–130.000 yuan (Rp 186 juta–Rp 242 juta) pada awal 2025.
Bagaimana BYD Mengalahkan Kompetitor dalam War on Price?
Seagull telah menjadi motor penjualan terbaik BYD sejak meluncur, mencapai 450.000 unit pada 2025 dan menempati posisi lima EV paling laris global. Namun belakangan, pesaing lokal murah seperti Geely Xingyuan mulai menggeser momentum Seagull dari posisi terdepan.
Dengan menambahkan teknologi autonomous driving yang biasanya eksklusif untuk model mahal, BYD mengubah permainan. Kenaikan spesifikasi ini tidak menaikkan harga entry-level — Vitality Edition tetap 69.900 yuan — melainkan memperkaya pilihan di segmen menengah di mana margin keuntungan masih sehat. Strategi ini memaksa kompetitor untuk merespons atau kehilangan daya tarik.
Dimensi dan Performa yang Ringkas
Seagull tetap mempertahankan ukuran kompak: panjang 3.780 mm, lebar 1.715 mm, tinggi 1.540 mm, dengan basis roda 2.500 mm. Dimensi ini setara Kia Picanto dan lebih kecil dari Chevrolet Bolt EV generasi 2027. Motor listrik 55 kW adalah satu-satunya opsi powertrain, mencerminkan fokus BYD pada efisiensi daripada akselerasi mentah.
Langkah Ekspansi Global di Depan Mata
BYD telah menjual Seagull di pasar internasional dengan nama Dolphin Surf (Eropa) dan Dolphin Mini (pasar lain). Dengan teknologi autonomous driving yang kini lebih terjangkau, ada kemungkinan besar BYD akan membawa God's Eye B ke varian Seagull ekspor, terutama ke Asia Tenggara. Momentum ini datang seusai BYD meluncurkan stasiun Flash Charging 10 menit di China bulan Maret lalu, memperkuat ekosistem kendaraan elektrik terintegrasi.