Pencarian

Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Harga Minyak Tinggi

Selasa, 12 Mei 2026 • 10:09:34 WIB
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global dan Harga Minyak Tinggi
Rupiah melemah ke posisi Rp17.503 per dolar AS pada pembukaan perdagangan hari ini.

SULAWESI TENGAH — Berdasarkan data Bloomberg pukul 9.45 WIB, rupiah melemah 89 poin atau 0,52 persen ke posisi Rp17.503 per dolar AS. Pergerakan ini melanjutkan tren negatif dari pembukaan perdagangan yang sudah melemah 75 poin di level Rp17.489 per dolar AS.

Dolar AS Kembali Perkasa, Rupiah Ikut Terpuruk

Pelemahan rupiah tidak berdiri sendiri. Mayoritas mata uang regional kompak tertekan oleh penguatan dolar AS. Won Korea Selatan menjadi yang terparah dengan anjlok 1 persen, disusul peso Filipina yang melemah 0,50 persen. Ringgit Malaysia dan yen Jepang sama-sama terdepresiasi 0,22 persen, sementara yuan China dan dolar Singapura masing-masing turun tipis 0,01 persen dan 0,20 persen.

Tekanan juga melanda mata uang utama negara maju. Euro Eropa terkoreksi 0,17 persen, poundsterling Inggris melemah 0,18 persen, dan dolar Australia turun 0,24 persen terhadap dolar AS.

Tiga Sentimen yang Menekan Rupiah Hari Ini

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengidentifikasi setidaknya tiga faktor utama yang membuat rupiah terus tertekan. Pertama, meredupnya harapan perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memicu ketidakpastian geopolitik global.

"Rupiah masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan perdamaian antara AS dan Iran," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.

Kedua, harga minyak mentah dunia yang masih bertengger di level tinggi turut memberatkan mata uang negara berkembang. Ketiga, pasar menanti pengumuman MSCI yang diperkirakan tidak akan membawa kabar positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

"Pengumuman MSCI hari ini diperkirakan tidak akan memberikan berita baik pada IHSG, dan akan ikut menekan rupiah," tambah Lukman.

Rentang Pergerakan dan Sinyal Selanjutnya

Investor juga mencermati data penjualan ritel Indonesia yang akan dirilis siang ini sebagai indikator tambahan kekuatan ekonomi domestik. Lukman memperkirakan pergerakan rupiah masih akan volatil dengan rentang Rp17.350 hingga Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Level Rp17.500 menjadi titik kritis yang sebelumnya dianggap sebagai batas psikologis. Jika tekanan berlanjut, bukan tidak mungkin rupiah akan menguji level yang lebih dalam pada sesi perdagangan berikutnya.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks