Pencarian

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Wajibkan Perusahaan Beri Pelatihan Bagi Buruh

Minggu, 03 Mei 2026 • 12:25:57 WIB
Gubernur Sulteng Anwar Hafid Wajibkan Perusahaan Beri Pelatihan Bagi Buruh
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mewajibkan perusahaan memberikan pelatihan berkelanjutan bagi buruh.

PALU — Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam memperkuat posisi tawar tenaga kerja lokal di tengah masifnya industrialisasi. Langkah konkret yang diambil adalah mewajibkan setiap perusahaan, baik swasta maupun negeri, untuk memfasilitasi pelatihan bagi para pekerjanya secara berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung meriah di kompleks Milenium Water Park. Forum ini menjadi ruang pertemuan tripartit antara ribuan buruh, pengusaha yang tergabung dalam APINDO, serta jajaran unsur Forkopimda Sulawesi Tengah.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kini menaruh perhatian serius pada lebih dari 300.000 pekerja industri di wilayah tersebut. Anwar menilai, peningkatan kapasitas buruh berkaitan langsung dengan upaya menekan angka kemiskinan dan menyukseskan program pembangunan daerah.

Kursus Mandarin Gratis untuk Pekerja di Sektor Morowali

Salah satu langkah strategis yang tengah dijalankan adalah penyediaan pelatihan bahasa Mandarin gratis bagi warga lokal melalui Dinas Tenaga Kerja. Program ini dirancang khusus untuk mematahkan dominasi tenaga kerja asing pada posisi-posisi teknis dan administratif di kawasan industri strategis seperti IMIP Morowali.

"Harapannya, semua penerjemah di sektor-sektor unggulan kita diisi oleh warga Sulawesi Tengah," ujar Anwar Hafid di hadapan massa buruh.

Selain penguasaan bahasa, Anwar menekankan bahwa perusahaan tidak boleh lagi sekadar mengeksploitasi tenaga kerja tanpa memberikan nilai tambah pada keahlian mereka. Kewajiban pelatihan dari internal perusahaan diharapkan mampu menciptakan ekosistem kerja yang lebih profesional dan kompetitif secara global.

Kritik Terhadap Perusahaan yang Abaikan Hak Pekerja

Meski mengedepankan sinergi, Gubernur Anwar Hafid tidak menutup mata terhadap ketimpangan dalam hubungan industrial di Sulawesi Tengah. Ia mengakui masih banyak laporan mengenai perusahaan yang tidak menghargai hak-hak dasar pekerjanya.

"Kita berharap bisa diskusi dengan buruh setiap saat, karena masih banyak perusahaan, baik negeri atau swasta yang tidak menghargai pekerjanya," tegas Anwar.

Ia mendorong agar peringatan May Day tidak lagi sekadar menjadi seremoni tahunan yang bersifat hiburan. Anwar ingin forum ini dilembagakan secara resmi sebagai ajang tahunan bagi buruh untuk menyampaikan rekomendasi konkret yang akan ditindaklanjuti oleh pemerintah dan pengusaha.

Respons APINDO dan Aliansi Buruh Terkait Tekanan Ekonomi

Ketua APINDO Sulawesi Tengah, Wijaya Chandra, menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi tiga pihak merupakan kunci utama bagi daerah untuk bertahan di bawah tekanan ekonomi global yang kian dinamis.

"Pengusaha wajib memenuhi hak pekerja, sementara buruh juga diharapkan bekerja secara profesional. Jika buruh, pemerintah, dan pengusaha bersinergi, kita bisa menghadapi berbagai persoalan bersama," kata Wijaya.

Senada dengan itu, Ketua Aliansi Buruh Tadulako Sulawesi Tengah, Abd Wahyudin, menyebut kegiatan bertajuk "Sulteng Nambaso" ini merupakan bagian dari penguatan agenda pembangunan daerah. Ia berharap dukungan penuh dari Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido dapat melahirkan program "Berani Buruh" yang lebih berpihak pada kesejahteraan pekerja lokal.

"Kegiatan hari ini terlaksana atas dukungan Gubernur Sulawesi Tengah dan berbagai pihak, termasuk APINDO Sulteng," ujar Wahyudin.

Target Transformasi Kesejahteraan Buruh Sulteng

Ketua K-SBSI, Hendri Hutabarat, mengapresiasi keterlibatan aktif kepala OPD dalam dialog ketenagakerjaan kali ini. Koordinasi intensif antara serikat buruh dan pemerintah provinsi diharapkan mampu mempercepat penyelesaian sengketa industrial yang masih kerap terjadi di lapangan.

Gubernur Anwar Hafid menutup arahannya dengan mengaitkan kesejahteraan buruh sebagai indikator keberhasilan daerah. Jika hak-hak pekerja terpenuhi dan kapasitas mereka meningkat, maka target pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Sulawesi Tengah akan lebih mudah tercapai.

"Kalau buruh sejahtera, maka Sulteng Nambaso. Kalau buruh tidak sejahtera, maka angka kemiskinan akan bertambah," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berencana menggelar peringatan May Day tahun depan dengan skala yang lebih besar. Forum tersebut diproyeksikan melibatkan ribuan buruh tambahan untuk memperkuat dialog dan merumuskan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih komprehensif.

Bagikan
Sumber: mercusuar.web.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks