Pencarian

Srikandi PLN Gelar Pemeriksaan Ibu Hamil dan Anak di Sorong

Rabu, 28 Oktober 2026 • 12:48:31 WIB
Srikandi PLN Gelar Pemeriksaan Ibu Hamil dan Anak di Sorong
Ibu hamil dan anak di Kota Sorong menerima pemeriksaan kesehatan gratis serta paket gizi dari program Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak.

SULAWESI TENGAH — Sebanyak 203 ibu hamil dan anak di Kota Sorong menerima pemeriksaan kesehatan gratis serta paket gizi dari program Srikandi Movement 2026. Layanan yang digelar Kamis (22/10/2026) ini menyasar anak usia 6 bulan hingga 3 tahun, kelompok yang paling rentan mengalami gangguan pertumbuhan.

Gedung Tongkonan Toraya di Kota Sorong menjadi lokasi pemeriksaan kesehatan bagi 103 ibu hamil dan 100 anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun. Srikandi PT PLN (Persero) menggandeng tenaga kesehatan Puskesmas Sorong Timur untuk menghadirkan layanan apotek, konsultasi dokter, hingga pendampingan perawat di lokasi.

Program bertajuk "Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak" ini merupakan bagian dari Srikandi Movement 2026. Fokusnya menekan angka masalah gizi pada anak sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Tanah Papua.

Apa Saja Layanan yang Diberikan?

Penerima manfaat tidak hanya mendapat pemeriksaan kesehatan. Setiap ibu hamil dan anak menerima paket bantuan gizi yang disesuaikan dengan kategori usia, berisi susu, kacang-kacangan, telur, serta buah-buahan segar.

Pos pemeriksaan dibagi khusus untuk ibu hamil dan anak, sehingga pendampingan tenaga medis bisa lebih terarah. Layanan apotek di lokasi memastikan kebutuhan obat dan vitamin langsung tersedia saat pemeriksaan berlangsung.

Mengapa Program Ini Menyasar Ibu Hamil dan Anak?

Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menyebut kemiskinan ekstrem di Tanah Papua masih menjadi penyumbang utama tingginya kasus gangguan tumbuh kembang dan gizi buruk pada anak. Karena itu, ia menilai inisiatif PLN tepat sasaran.

"PLN memiliki kepedulian yang sangat besar dengan memberikan atensi khusus pada kesehatan ibu dan anak. Maka dari itu, kehadiran Srikandi Movement 2026 melalui program Srikandi Peduli Kesehatan Ibu dan Anak ini sangat tepat," ujar Ahmad.

Ia menambahkan, langkah konkret ini selaras dengan program Percepatan Pembangunan Papua yang berfokus pada tiga pilar: Papua Sehat, Papua Cerdas, dan Papua Produktif. Fondasinya dimulai dari keluarga.

"Jika ibu dan anak sehat, masyarakat akan sehat, dan dari situlah kita bisa mewujudkan generasi Papua yang cerdas dan produktif," jelas Ahmad.

Bagaimana Kondisi Kesehatan Ibu dan Anak di Sorong?

Kepala Dinas Kesehatan Kota Sorong, Jemima Elisabeth Windesi Lobat, mengakui masih ada tantangan kesehatan ibu dan anak di wilayahnya. Kasus gangguan pertumbuhan dan kurang gizi pada anak masih ditemukan dan butuh penanganan bersama.

"Kegiatan ini membuktikan bahwa PLN tidak hanya hadir untuk menerangi kota, tetapi juga memberikan harapan dan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat," ungkap Jemima.

Ia berharap inisiatif ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, program perlu berlanjut sebagai gerakan kepedulian sosial yang mendorong kesadaran masyarakat memantau kesehatan di posyandu.

Peran Perempuan di Tengah Masyarakat

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menegaskan ibu dan anak punya peran fundamental dalam membangun fondasi keluarga dan masyarakat sehat. Kepedulian terhadap mereka memerlukan kolaborasi berkesinambungan dari berbagai pihak.

"Pemeriksaan kesehatan membantu kita mengetahui kondisi lebih dini, sedangkan pemenuhan asupan yang baik mendukung kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak," kata Roberth.

Melalui Srikandi Movement, ia berharap kepedulian dan kontribusi perempuan bisa hadir langsung di tengah masyarakat. PLN juga menyampaikan terima kasih kepada tenaga kesehatan Puskesmas Sorong Timur dan seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan.

Kapan Sebaiknya Ibu Memeriksakan Kehamilan?

Pemeriksaan kehamilan rutin idealnya dilakukan sejak trimester pertama, lalu dilanjutkan sesuai jadwal dari bidan atau dokter. Untuk anak, pemantauan berat badan dan tinggi badan di posyandu tiap bulan membantu mendeteksi gangguan pertumbuhan lebih awal.

Jika ibu melihat tanda seperti berat badan anak tidak naik, anak tampak lemas, atau ada keluhan selama kehamilan, segera konsultasikan ke puskesmas terdekat. Deteksi dini membuat penanganan gizi bisa dilakukan lebih cepat.

Pemeriksaan gratis, paket gizi sesuai usia, dan pendampingan tenaga kesehatan menjadi kombinasi yang dibutuhkan ibu hamil dan anak di Sorong. Sinergi antara badan usaha, pemerintah daerah, dan puskesmas seperti ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain yang masih bergulat dengan masalah gizi anak.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kabarpapua.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks