SIGI — Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae membuka kegiatan penguatan peran PAUD dalam pencegahan stunting di Sidera. Dalam forum itu, ia menyatakan pencegahan tengkes bukan semata urusan kesehatan.
"Tentunya pencegahan stunting atau tengkes bukan hanya urusan kesehatan, melainkan berkaitan dengan gizi, pola asuh, ketahanan pangan, sanitasi air bersih, pendidikan, kondisi sosial ekonomi, hingga kualitas lingkungan," kata Rizal.
Enam Fokus Utama Penanganan Stunting di Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi merumuskan strategi penanganan stunting lewat enam fokus utama. Strategi itu menitikberatkan pada komitmen politik dan kepemimpinan daerah.
Rizal menekankan upaya pencegahan dan percepatan penurunan angka stunting harus berjalan komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ia meminta tidak ada ego sektoral antar perangkat daerah.
Angka Stunting Sigi Turun dari 33 Persen ke 11,55 Persen
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi mencatat kasus stunting pada 2025 sebesar 11,55 persen. Angka itu turun dari sebelumnya 33 persen.
Penurunan tersebut disebut Rizal sebagai modal untuk melanjutkan program penguatan gizi dan pola asuh di tingkat desa. Ia menilai kualitas sumber daya manusia Sigi ke depan bergantung pada konsistensi intervensi sejak usia dini.
Sinergi Lintas Perangkat Daerah dan Program Makan Bergizi Gratis
Rizal meminta sinergi lintas organisasi perangkat daerah dioptimalkan. Dua hal yang menjadi perhatian adalah peningkatan kualitas kader posyandu dan penguatan peran guru PAUD.
"Ke depan perlu mengoptimalkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah guna menyelaraskan program peningkatan kualitas kader posyandu dan penguatan peran guru PAUD," ucapnya.
Pemerintah daerah juga menyinkronkan program prioritas nasional berupa pemenuhan gizi anak melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut Rizal, program itu diharapkan membuat SDM Sigi lebih unggul dan berdaya saing.