LUWUK — Juntaian kabel jaringan fiber optik dan penyedia layanan internet (WiFi) yang melintang rendah, kendur, hingga semrawut di badan jalan disebut telah merusak estetika ruang publik Kabupaten Banggai. Selain membuat wajah kota tampak kumuh, kabel-kabel itu dinilai menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan yang setiap hari melintas.
Wakil Bupati Banggai Furqanuddin menegaskan persoalan tersebut bukan lagi soal keindahan kota semata. Keselamatan warga menjadi alasan utama di balik instruksi penertiban yang ia sampaikan mewakili Bupati Amirudin.
Kabel Menjuntai dari Jalur Dalam Kota hingga Wilayah Luar Kota
Menurut Furqanuddin, kondisi di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Kabel-kabel menjuntai tidak beraturan, baik di jalur dalam kota maupun merembes hingga ke wilayah luar kota.
"Dengan begini bukan lagi sekadar soal estetika yang membuat wajah kota kita terlihat kumuh, tetapi yang paling utama adalah faktor keselamatan warga kita yang setiap hari lalu-lalang di jalan raya," tegas Furqanuddin di hadapan awak media.
Instruksi itu menyasar dua pimpinan instansi teknis, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banggai Ihwan Ahmad serta Kepala Satpol PP Kamaluddin Djano. Para camat juga diminta ikut mengambil tindakan represif dan persuasif di wilayah masing-masing.
Dishub dan Satpol PP Diminta Layangkan Pemanggilan Resmi ke Provider
Dinas Perhubungan dan Satpol PP diinstruksikan segera melayangkan pemanggilan resmi kepada seluruh pengusaha atau pengelola provider telekomunikasi yang beroperasi di Kabupaten Banggai. Pemanggilan itu untuk mendudukkan para pihak dalam satu meja membahas skema perapian, penataan ulang, hingga penertiban paksa bagi kabel yang melanggar ketentuan keselamatan dan estetika kota.
Ihwan Ahmad memastikan pihaknya bersama Satpol PP akan menindaklanjuti perintah pimpinan dalam waktu dekat. Seluruh provider yang terlibat dan bertanggung jawab atas instalasi kabel akan dipanggil.
"Kami akan segera memanggil seluruh provider yang terlibat dan bertanggung jawab atas instalasi kabel tersebut. Langkah penataan ini mendesak dilakukan demi mengembalikan kenyamanan serta keselamatan masyarakat umum yang setiap hari lalu-lalang di jalan raya," ujar Ihwan saat dikonfirmasi awak media.
Rapat Koordinasi Khusus akan Petakan Titik Kabel Paling Parah
Pemkab Banggai memastikan langkah penertiban tidak berhenti sebatas imbauan. Dalam waktu dekat, jajaran eksekutif bersama unsur terkait akan menggelar rapat koordinasi khusus untuk memetakan titik-titik kabel yang dinilai paling parah dan membahayakan.
Dari rapat itu, Pemkab berharap seluruh provider dapat kooperatif mendukung program penataan kota. Jika ditemukan instalasi yang membandel atau membahayakan keselamatan publik, Pemkab Banggai menegaskan tidak akan segan mengambil tindakan tegas sesuai regulasi dan peraturan daerah yang berlaku.