SULAWESI TENGAH — MotoGP akan menerapkan regulasi teknis baru tahun depan dengan mesin turun dari 1.000 cc menjadi 850 cc dan pemasok ban berganti dari Michelin ke Pirelli. Perubahan ini dinilai meringankan pembalap rookie yang naik dari Moto2 karena karakter mesin dan ban jadi lebih mirip dengan yang mereka kendarai sekarang. Yamaha menyambut Izan Guevara sebagai rookie musim depan bersama tim Prima Pramac Yamaha Racing.
Managing Director Yamaha Motor Racing Paolo Pavesio menilai regulasi baru ini menguntungkan pembalap muda. Menurutnya, pembalap Moto2 tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi dengan motor MotoGP generasi berikutnya.
"Ya, secara umum peraturan baru dan ban baru akan membantu pembalap Moto2 untuk berkembang. Karena perasaan tentang ban, lebih mirip dengan apa yang mereka kendarai sekarang (di Moto2)," kata Pavesio saat ditemui di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Mesin 850 cc dan Ban Pirelli Ubah Karakter Motor MotoGP
Sejak musim depan, kapasitas mesin MotoGP dipangkas 150 cc dari spesifikasi yang berjalan sejak 2012. Pirelli masuk menggantikan Michelin sebagai pemasok ban tunggal. Kombinasi keduanya mengubah cara motor bermanuver dan mengelola daya di lintasan.
Bagi pembalap yang baru naik kelas, perubahan ini justru memangkas jarak adaptasi. Motor Moto2 saat ini berkapasitas 765 cc dan memakai ban Pirelli, sehingga sensasi berkendara tidak lagi terpaut jauh dengan motor MotoGP 850 cc.
Izan Guevara Sudah Jajal Motor Mirip 850 cc di Spielberg
Yamaha akan menurunkan Izan Guevara di kelas premier musim depan. Pembalap Spanyol itu bakal memperkuat Prima Pramac Yamaha Racing bersama Toprak Razgatlioglu.
Pavesio menyebut Izan sempat mencoba motor Yamaha M1 yang dikonfigurasi menyerupai motor 850 cc tahun depan. Sesi tes berlangsung di Spielberg, Austria, belum lama ini.
"Kita sudah lihat, Izan sudah mencoba mesin 850 cc yang hampir mirip. Itu adalah (motor) 1.000 cc dengan daya yang lebih sedikit," katanya.
"Dan perasaannya adalah bahwa cara dia riding benar-benar cocok," ujar Pavesio menambahkan.
Izan Sebut Perubahan Regulasi Permudah Langkah Rookie
Izan sendiri menyambut regulasi baru sebagai keuntungan bagi pembalap debutan. Menurutnya, transisi dari Moto2 ke MotoGP tidak lagi seekstrem sebelumnya.
"Jadi, ini adalah impian yang terwujud. Bagi saya, pindah ke MotoGP adalah tujuan saya," kata Izan saat ditemui di garasinya di sela-sela Pertamina Grand Prix of Indonesia (MotoGP Mandalika) yang digelar di Sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10/2026).
"Nantinya akan ada banyak perubahan di kelas ini, berubah dari mesin 1.000 cc ke 850 cc, dan berubah dari (ban) Michelin ke Pirelli. Jadi menurut saya, sebagai rookie, akan lebih baik untuk beradaptasi dengan motor," katanya.
Dampak ke Peta Persaingan Musim Depan
Regulasi baru berlaku untuk seluruh pabrikan, bukan hanya Yamaha. Artinya, keuntungan adaptasi yang dirasakan rookie juga berlaku bagi pembalap debutan lain yang promosi dari Moto2.
Bagi tim, masa pengembangan motor 850 cc menjadi penentu. Yamaha memilih memberi Izan kesempatan mencoba lebih awal agar proses penyesuaian berjalan sebelum seri pembuka musim depan.