Pencarian

Marquez Kritik Format Baru MotoGP 2027: Terima atau Pergi

Jumat, 09 Oktober 2026 • 12:49:31 WIB
Marquez Kritik Format Baru MotoGP 2027: Terima atau Pergi
Marc Marquez memberikan keterangan kepada media di Sirkuit Mandalika jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

SULAWESI TENGAH — Marc Marquez menyebut format baru MotoGP 2027 memaksa pebalap menerima aturan yang memperbesar tekanan mental sepanjang akhir pekan balapan. Pebalap Ducati itu menilai format saat ini sudah cukup, tetapi keputusan bukan berada di tangan para rider. Ia menyampaikan hal tersebut di Sirkuit Mandalika jelang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Marquez mengaku sepakat dengan pandangan Acosta. Menurutnya, meski karier profesionalnya sudah mendekati akhir, format baru tetap membawa beban lebih besar bagi seluruh pebalap di grid.

Tekanan Mental Lebih Menguras Dibanding Fisik

Hal yang paling dikhawatirkan Marquez bukan sekadar kelelahan fisik. Format baru membuat pebalap harus lebih sering mengendarai motor dalam kondisi maksimal, dengan intensitas dan adrenalin yang tinggi sepanjang akhir pekan.

"Format baru berarti lebih banyak risiko, lebih banyak waktu berkendara dengan intensitas maksimal, lebih banyak adrenalin, dan energi mental yang lebih besar," ujar Marquez seperti dikutip dari GPOne.

Ia menilai beban fisik masih bisa dikelola dengan strategi tenaga. Namun tekanan mental selama akhir pekan balapan justru lebih menguras energi karena banyaknya momen menegangkan yang harus dilewati.

"Secara fisik memang menantang, tetapi bisa mengatur tenaga. Secara mental justru lebih menguras selama akhir pekan balapan," sambungnya.

Pebalap Muda Ikut Menanggung Risiko

Kekhawatiran serupa berlaku bagi pebalap muda yang nantinya naik ke kelas MotoGP. Mereka akan langsung menghadapi format baru tanpa pernah merasakan format lama sebagai pembanding.

Marquez memperkirakan persoalan kelelahan mental akan semakin terlihat dalam satu musim yang terdiri dari 22 balapan dengan format tersebut. Akumulasi tekanan sepanjang tahun dinilainya bisa menjadi masalah tersendiri.

Informasi Minim dan Wacana Organisasi Pebalap

Selain soal beban balapan, Marquez menyoroti minimnya informasi yang diterima para pebalap terkait perubahan format. Keputusan sudah dibuat, dan para pebalap kini hanya perlu menjalankannya.

Ia juga membuka kemungkinan terbentuknya organisasi pebalap yang lebih kuat pada masa depan, mirip dengan yang sudah ada di Formula 1. Menurutnya, para pebalap memiliki kepentingan yang sama: tampil cepat, memenangkan balapan, tetap menjaga keselamatan, dan memperpanjang karier.

"Suatu hari nanti, cepat atau lambat, kami akan membuat sesuatu yang mirip dengan apa yang sudah ada di Formula 1," bilang Marquez.

Dua Starting Grid dalam Satu Akhir Pekan

Format baru MotoGP mulai musim 2027 menghadirkan Kualifikasi Sprint, sehingga balapan Sprint dan Grand Prix memakai starting grid yang berbeda. Perubahan ini berjalan bersamaan dengan regulasi teknis baru MotoGP 2027.

Pada Jumat, sesi dimulai dengan FP1 selama 45 menit, dilanjutkan FP2 30 menit yang menggantikan sesi Practice. Rangkaian hari pertama ditutup Kualifikasi Sprint 15 menit untuk menentukan starting grid Sprint pada Sabtu.

Sabtu diawali FP3 selama 20 menit. Seluruh pebalap kemudian mengikuti GP Q1 15 menit, dengan 12 pebalap tercepat melaju ke GP Q2 yang juga berlangsung 15 menit.

Sprint MotoGP digelar menggunakan starting grid dari hasil Kualifikasi Sprint pada Jumat. Artinya, hasil kualifikasi Sprint tidak menentukan posisi start untuk Grand Prix.

Pada Minggu, balapan Moto3 dan Moto2 digelar lebih dulu. Warm Up MotoGP tidak lagi berada di slot pagi seperti format saat ini. Sebagai gantinya, pit lane dibuka 10 menit sebelum Grand Prix untuk pengecekan akhir.

Grand Prix MotoGP kemudian dimulai menggunakan starting grid dari hasil GP Q1 dan GP Q2.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: oto.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks