PALU — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi yang digelar PW IKA PMII Sulawesi Tengah di Palu dihadiri seluruh pengurus organisasi, Wakil Gubernur Reny Arniwaty Lamadjido, sejumlah tokoh agama, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam lainnya. Acara dimulai sekitar pukul 19.30 WITA.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembacaan Barzanji oleh pengurus PW IKA PMII Sulteng sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Setelah itu, acara berlanjut ke pidato kebangsaan dan ceramah Maulid.
Pidato Kebangsaan: Jaga Persatuan lewat Keteladanan Rasulullah
Ketua PW Muhammadiyah Sulteng Amin Parakasi menyampaikan pidato kebangsaan dalam acara tersebut. Ia menekankan pentingnya umat Islam meneladani sifat dan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Amin mengingatkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bagian dari nilai yang diajarkan dalam Islam. Menurutnya, umat Islam memiliki tanggung jawab ikut merawat kehidupan kebangsaan melalui sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan.
Ceramah Prof. Zainal Abidin: Moderasi Beragama untuk Masyarakat Damai
Ceramah Maulid disampaikan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021-2026 sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulteng, Prof. Zainal Abidin. Ia mengajak umat Islam meneladani sifat rahmat yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Prof. Zainal juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai moderasi dalam beragama. Menurutnya, moderasi menjadi bagian dari upaya menciptakan kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.
Ketua PW IKA PMII: Maulid Momentum Teladani Akhlakul Karimah
Ketua PW IKA PMII Sulteng Rahmawati M. Nur mengatakan peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi kegiatan mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga momentum meneladani akhlak dan ajarannya. Rahmawati yang juga anggota DPRD Sulteng menyoroti nilai kejujuran, amanah, keadilan, dan kasih sayang kepada sesama.
"Peringatan Maulid juga menjadi momentum untuk kita meneladani akhlakul karimah dari Rasulullah, mulai dari persoalan kejujuran, amanah, keadilan dan menyayangi sesama kita, umat manusia," kata Rahmawati.
Rahmawati berharap peringatan tersebut dapat meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Ia juga mendorong seluruh peserta terus menjalankan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Wagub Reny: Maulid Ibarat Berkaca Cermin
Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido menyebut peringatan Maulid sebagai kesempatan bagi umat Islam melakukan introspeksi. Ia menilai momen itu untuk mengukur sejauh mana umat mengenal, mencintai, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.
"Peringatan Maulid malam ini ibarat berkaca cermin untuk melihat kembali diri kita sudah sejauh manakah kita mengenal, mencintai, dan meniru akhlak Rasulullah sallallahu alaihi wasallam," ujar Reny.
Reny mengajak masyarakat menjaga salat serta mengamalkan ajaran Rasulullah SAW yang menekankan pentingnya memberikan manfaat kepada sesama manusia. Ia berharap peringatan Maulid memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, dan mendorong umat Islam terus menjaga persatuan dan kerukunan di Sulawesi Tengah.