MOROWALI — Kepemimpinan Kerukunan Keluarga Besar Tojo Una-Una (Touna) di perantauan Morowali resmi berpindah tangan. Fachry Dahlan dipercaya menakhodai organisasi paguyuban itu untuk periode 2026–2028, menggantikan Rifal Labatjo.
Pemilihan berlangsung dalam forum Musyawarah Kerukunan Keluarga Besar Touna yang digelar penuh kekeluargaan, Sabtu (19/9/2026). Selain memilih pimpinan, musyawarah itu menjadi ruang konsolidasi bagi perantau asal Kabupaten Tojo Una-Una yang menetap di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
Harapan agar Pemerintah Daerah Turut Mendukung
Tokoh muda asal Kelurahan Muara Toba, Kecamatan Ratolindo, Kabupaten Touna, Zulfikar Kaju, menyampaikan harapan besar terhadap kepengurusan baru. Ia mendorong agar kerukunan independen ini mendapat perhatian serius dan dukungan nyata dari pemerintah daerah.
“Harapannya, kerukunan independen yang ada di Morowali ini bisa menjadi perhatian pemerintah daerah, bagaimana bisa dikembangkan menjadi wadah yang lebih besar lagi,” ujar Zulfikar, Minggu (20/9/2026).
Menurut Zulfikar, kehadiran organisasi paguyuban sangat vital sebagai rumah bersama untuk merawat tali silaturahmi, memperkuat solidaritas, serta merajut kebersamaan antarwarga perantauan asal Bumi Sivia Patuju di tanah rantau.
Dorongan Membentuk Wadah Serupa di Daerah Rantau Lain
Ia berharap wadah kekeluargaan serupa dapat dibentuk di berbagai daerah rantau lainnya. Langkah itu dinilai penting agar perantau asal Tojo Una-Una tetap memiliki simpul kebersamaan di mana pun mereka menetap.
Di bawah kepemimpinan Fachry Dahlan, keluarga besar Touna di Morowali berkomitmen merangkul seluruh elemen masyarakat perantauan. Organisasi itu juga menyatakan akan meningkatkan kontribusi positif bagi daerah tempat mereka berpijak.
Selain itu, kerukunan ini diposisikan sebagai pilar pemersatu anak rantau asal Tojo Una-Una yang tersebar di sejumlah wilayah.