Direktorat Jenderal Pemasyarakatan mengerahkan 627 unit pelaksana teknis di seluruh Indonesia untuk melaksanakan Shalat Istisqa serentak pada Jumat (18/9/2026). Kegiatan ini melibatkan petugas lapas, rutan, LPKA, Bapas, hingga warga binaan sebagai upaya spiritual menghadapi musim kemarau yang memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Berdasarkan data BMKG, 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
JAKARTA — Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggelar Shalat Istisqa serentak di 627 unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan dari wilayah Indonesia bagian Barat hingga Timur. Shalat meminta hujan ini melibatkan petugas lapas, rutan, LPKA, Bapas, beserta warga binaan, dan turut menghadirkan tokoh agama di masing-masing daerah.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menyatakan kegiatan tersebut digelar sebagai upaya spiritual menghadapi musim kemarau yang berdampak pada kekeringan di sejumlah wilayah.
"Kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia untuk melaksanakan Salat Istisqa. Tujuannya sebagai momentum muhasabah kepada Allah SWT, sekaligus penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini," kata Mashudi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.
81 Persen Zona Musim Indonesia Masuk Kemarau
Data BMKG yang dikutip Mashudi menunjukkan sebanyak 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Kondisi itu mendorong Ditjenpas menginstruksikan seluruh jajaran UPT untuk menggelar Shalat Istisqa secara serentak.
Pelaksanaan shalat meminta hujan tersebut menjadi momentum bagi jajaran Pemasyarakatan dan warga binaan untuk melakukan muhasabah, memperbanyak Istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat di tengah musim kemarau.
Imbauan Hemat Air di Lingkungan Lapas dan Rutan
Mashudi menekankan pelaksanaan Shalat Istisqa bukan hanya menguatkan spiritual, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam penggunaan air secara bijak di lingkungan UPT Pemasyarakatan.
"Kami imbau warga binaan dan petugas untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama pelaksanaan pembinaan tetap terpenuhi," ujar Mashudi.
Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Masjuno menambahkan Ditjenpas terus memantau ketersediaan dan pasokan air di UPT Pemasyarakatan, khususnya di wilayah yang menghadapi kondisi kemarau lebih panjang.
"Kami terus memonitor rekan-rekan di lapangan agar pasokan air tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di saat yang sama, kami mendorong jajaran dan warga binaan untuk menggunakan air secara bijak," ucapnya.
Pembinaan Kepribadian dan Kesiapsiagaan Lingkungan
Masjuno menyebut Shalat Istisqa dilaksanakan di berbagai satuan kerja Pemasyarakatan dari wilayah Indonesia bagian Barat hingga Timur. Melalui kegiatan tersebut, jajaran Pemasyarakatan tidak hanya memperkuat pembinaan kepribadian dan nilai spiritual warga binaan, tetapi juga membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.