Pencarian

Lapas Palu Panen 80 Kg Kangkung di Lahan SAE Langaleso, 11 Warga Binaan Dilatih Bertani

Senin, 07 September 2026 • 11:05:32 WIB
Lapas Palu Panen 80 Kg Kangkung di Lahan SAE Langaleso, 11 Warga Binaan Dilatih Bertani
Warga binaan Lapas Kelas IIA Palu memanen 80 kilogram kangkung di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso, Jumat (4/9).

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu memperkuat program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui sektor pertanian di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Desa Langaleso. Sebanyak 11 warga binaan pemasyarakatan (WBP) terlibat langsung dalam kegiatan yang menghasilkan panen kangkung 80 kilogram pada Jumat (4/9). Hasil panen tersebut diserahkan ke dapur Lapas Palu melalui penyedia bahan makanan untuk diolah dan dikonsumsi warga binaan.

PALU — Program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas IIA Palu tidak hanya berhenti pada teori. Di lahan produktif SAE Desa Langaleso, para WBP praktik langsung mengelola tanaman hortikultura, sebuah keterampilan yang diharapkan menjadi bekal hidup setelah mereka bebas nanti.

Kepala Lapas Kelas IIA Palu, Makmur, menyebut pembinaan ini dilakukan berkelanjutan. Tujuannya jelas: meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan selama menjalani masa pidana.

“Melalui pembinaan kemandirian yang dilakukan secara berkelanjutan, kami berharap WBP dapat memperoleh keterampilan yang bermanfaat, meningkatkan produktivitas,” ujarnya di Palu, Minggu.

Panen Kangkung Diserap Dapur Lapas

Hasil kerja para WBP di SAE sudah mulai terlihat nyata. Panen kangkung sebanyak 80 kilogram berhasil dikumpulkan pada Jumat (4/9).

Seluruh hasil panen langsung diserahkan ke dapur Lapas Palu melalui vendor penyedia bahan makanan. Dengan begitu, hasil kebun sendiri ikut menopang kebutuhan konsumsi warga binaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lahan Produktif Tak Hanya untuk Kangkung

Pengelolaan lahan di SAE terus dikembangkan. Warga binaan bersama petugas melakukan berbagai perawatan tanaman, mulai dari pengecekan dan penambahan nutrisi, memastikan kelembapan semaian pakcoy, hingga pembuatan bedengan untuk tanaman waluh.

Komoditas yang dibudidayakan pun beragam. Selain kangkung dan pakcoy, lahan tersebut ditanami terong, bayam, jagung, dan cabai. Tanaman produktif lain seperti jambu juga turut dikembangkan untuk memaksimalkan fungsi lahan.

Bekal Keterampilan Sebelum Kembali ke Masyarakat

Makmur menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar mengisi waktu. Ia berharap keterampilan bertani yang diperoleh WBP bisa menjadi modal usaha ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Ini juga menjadi salah satu hasil nyata pembinaan kemandirian. Kami berharap WBP terus mendapatkan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat,” kata Makmur.

Pihak Lapas berkomitmen mengembangkan unit usaha secara berkelanjutan. Pengelolaan SAE menjadi salah satu upaya konkret dalam mengoptimalkan pembinaan berbasis keterampilan sekaligus memanfaatkan lahan produktif yang tersedia.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sulteng.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks