Panen 400 kilogram bawang merah di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menandai upaya Pemkot Palu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menargetkan hasil panen dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram dapat menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat pasokan.
PALU — Panen 400 kilogram bawang merah di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sulawesi Tengah, menandai upaya Pemkot Palu menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menargetkan hasil panen dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram dapat menambah pendapatan petani sekaligus memperkuat pasokan.
Kegiatan panen yang berlangsung Senin ini menjadi bagian dari pengembangan komoditas hortikultura di ibu kota Sulawesi Tengah. Selain bawang merah, pemkot juga mendorong budidaya cabai, tomat, sawi, dan kangkung.
Hadianto menyebut lahan seluas 1.000 meter persegi menjadi lokasi panen. "Alhamdulillah, hari ini salah satu warga kita yang memiliki lahan turut menguatkan upaya Pemerintah Kota Palu dalam menjaga ketersediaan komoditas, khususnya kebutuhan pokok," ujarnya.
Modal Produksi Disiapkan Pemkot
Untuk menekan biaya produksi, Pemkot Palu menyediakan benih, bedeng, dan pupuk. "Kebutuhan seperti bedeng, pupuk, dan lain sebagainya, Pemerintah Kota Palu yang menyiapkan," kata Hadianto.
Bantuan itu diberikan agar warga yang memiliki lahan terdorong menanam komoditas pangan. Hasil panen diharapkan menambah penghasilan keluarga, terutama dengan harga bawang merah yang masih di atas Rp35 ribu per kilogram.
Pemetaan Lahan untuk Stabilkan Produksi
Pemkot tidak berhenti pada panen perdana. Wali Kota menginstruksikan pemetaan wilayah yang berpotensi menghasilkan panen baik dan evaluasi bagi area yang produksinya belum optimal.
"Kita harus bisa memetakan dengan baik wilayah-wilayah yang bisa mencapai hasil panen yang baik, sekaligus mengevaluasi wilayah-wilayah yang mungkin belum optimal," ujarnya.
Langkah ini menyasar stabilitas produksi jangka panjang. Jika produksi stabil, harga di pasar diharapkan ikut stabil.
Penyaluran ke Pasar Tanpa Potongan
Pemkot juga membantu menjual hasil panen petani ke pasar tanpa mengambil untung. "Pemerintah Kota Palu juga yang akan membantu menyuplai ke pasar, tanpa Pemerintah Kota Palu mengambil keuntungan apa pun dari petani," jelas Hadianto.
Program ini diharapkan menjadi contoh bagi warga lain untuk memanfaatkan lahan kosong. Pemkot juga berencana mengembangkan sektor ikan air tawar untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.