MOROWALI — Aksi turun langsung ke sawah dilakukan jajaran Polsek Bumi Raya di tengah ancaman kekeringan yang melanda lahan pertanian warga. Mereka memastikan pasokan air untuk tanaman padi tetap tersedia dengan membuat sumur bor di lahan seluas kurang lebih 2 hektare milik seorang petani bernama Umar.
Pembuatan sumur bor tersebut merupakan respons cepat setelah personel kepolisian meninjau langsung kondisi persawahan di Desa Bahonsuai yang mulai kehilangan air. Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Bumi Raya dalam beberapa pekan terakhir membuat irigasi tidak mampu memenuhi kebutuhan air tanaman.
Kepedulian Polri terhadap Petani Terdampak Kemarau
Kapolsek Bumi Raya, IPTU Muhammad Akhyar, menyebut pembuatan sumur bor ini adalah bentuk kepedulian dan upaya bersama mencari solusi atas kondisi yang terjadi. Ia berharap sumber air alternatif ini bisa menjadi penyelamat saat musim kemarau mulai menggerus lahan pertanian.
"Kami bersama Personel berupaya membantu petani mencari solusi terhadap kondisi yang terjadi. Pembuatan sumur bor ini diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif sehingga tanaman padi tetap mendapatkan pasokan air dan dapat bertahan hingga masa panen," ujar Akhyar.
Apresiasi Kapolres Morowali atas Inisiatif Anggotanya
Langkah cepat yang diambil Polsek Bumi Raya mendapat apresiasi langsung dari Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini. Ia menilai pembuatan sumur bor merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya para petani yang membutuhkan pasokan air.
"Kami mengapresiasi kepedulian personel Polsek Bumi Raya yang turun langsung membantu petani. Semoga langkah ini dapat memenuhi kebutuhan air persawahan dan membantu menjaga tanaman padi hingga masa panen," kata Kapolres.
Desa Bahonsuai Terancam Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem
Kekeringan yang melanda Desa Bahonsuai bukan persoalan baru bagi petani setempat. Namun, intensitas cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini memperparah kondisi lahan, membuat sejumlah area persawahan mulai retak dan tanaman padi menguning sebelum waktunya.
Kehadiran sumur bor ini diharapkan tidak hanya menyelamatkan musim tanam saat ini, tetapi juga menjadi infrastruktur cadangan yang bisa dimanfaatkan petani ketika musim kemarau datang lebih panjang di tahun-tahun berikutnya.