Pencarian

Ekspor Minyak Atsiri Tembus Rp6,2 Triliun pada 2025, Kemenperin Percepat Hilirisasi Industri

Kamis, 20 Agustus 2026 • 17:54:01 WIB
Ekspor Minyak Atsiri Tembus Rp6,2 Triliun pada 2025, Kemenperin Percepat Hilirisasi Industri
Ekspor minyak atsiri Indonesia mencapai USD348,7 juta pada 2025, naik dari USD259,5 juta pada tahun sebelumnya.

SULAWESI TENGAH — Realisasi ekspor produk minyak atsiri dengan kode HS 3301 sepanjang 2025 tercatat USD348,7 juta, melonjak signifikan dari USD259,5 juta pada 2024. Dengan capaian ini, Indonesia menempati posisi kelima eksportir minyak atsiri terbesar dunia, di bawah India, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil.

Nilai perdagangan global komoditas ini juga menunjukkan ekspansi. Total ekspor minyak atsiri dunia mencapai sekitar USD6,49 miliar pada periode yang sama, naik dari USD6,29 miliar pada tahun sebelumnya.

Fokus Kemenperin: Hilirisasi untuk Perkuat Daya Saing

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan tren positif ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat struktur industri dalam negeri. Menurutnya, hilirisasi menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya berhenti sebagai pemasok bahan baku mentah ke pasar global.

"Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri," ujar Gumiwang dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Langkah hilirisasi dinilai krusial untuk memperbesar dampak ekonomi komoditas ini bagi pasar domestik. Selama ini, sebagian besar produksi minyak atsiri nasional memang diarahkan ke pasar ekspor, sementara konsumsi dan pengolahan lanjutan di dalam negeri masih memiliki ruang tumbuh yang besar.

Posisi Indonesia di Peta Produsen Global

Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok utama minyak atsiri dunia, dengan produk unggulan seperti nilam, cengkeh, akar wangi, dan sereh wangi. Kenaikan ekspor 2025 memperkuat posisi tersebut di tengah persaingan ketat dengan India yang menjadi pemain dominan.

Permintaan global yang kuat terhadap minyak atsiri didorong oleh meluasnya penggunaan bahan baku ini di sektor kosmetik, farmasi, makanan dan minuman, hingga aromaterapi. Tren masyarakat dunia yang kembali ke produk alami menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan permintaan tersebut.

Bagi pelaku usaha di dalam negeri, pertumbuhan ekspor ini membuka peluang perluasan kapasitas produksi dan investasi di sektor hilir. Pengolahan lanjutan seperti fraksinasi, isolasi senyawa murni, hingga pembuatan produk turunan bernilai tinggi bisa menjadi lapangan usaha baru yang lebih menguntungkan dibandingkan sekadar menjual minyak mentah.

Follow prosulteng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: idxchannel.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks