SULAWESI TENGAH — Logam Mulia, unit bisnis Antam, mencatat penurunan harga perak murni yang signifikan di tengah pekan ini. Berdasarkan data resmi dari situs Logam Mulia, harga perak Antam per gram hari ini berada di level Rp41.150, turun 4,4 persen dari posisi sebelumnya.
Daftar Harga Perak Antam Setelah Pajak
Antam menyediakan produk perak murni batangan dan seri Heritage dalam beberapa varian berat. Dua ukuran utama yang tersedia adalah 250 gram dan 500 gram. Harga dasar untuk perak 250 gram dibanderol Rp10.687.500, sementara ukuran 500 gram seharga Rp20.575.000.
Perlu dicatat, harga tersebut belum termasuk Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11 persen yang berlaku sesuai regulasi. Setelah dikenakan PPN, harga perak 250 gram menjadi Rp11.863.125, sedangkan varian 500 gram naik menjadi Rp22.838.250.
Selisih antara harga dasar dan harga setelah pajak mencapai lebih dari Rp1,1 juta untuk ukuran 250 gram dan lebih dari Rp2,2 juta untuk ukuran 500 gram. Investor disarankan menghitung ulang kebutuhan modal sebelum bertransaksi di butik Logam Mulia terdekat.
Buy on Weakness atau Wait and See?
Penurunan harga perak yang tajam kerap menjadi pisau bermata dua bagi pelaku pasar. Di satu sisi, koreksi ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi aset dengan harga diskon (buy on weakness). Namun di sisi lain, volatilitas tinggi juga berpotensi membuat harga terus tertekan dalam jangka pendek.
Data historis menunjukkan perak Antam sempat berada di level Rp43.050 per gram pada awal pekan ini. Dengan koreksi total Rp2.050 dalam dua hari perdagangan, investor yang masuk di puncak harga kini menanggung kerugian posisi sekitar 4,8 persen.
Bagi investor ritel yang baru ingin masuk, strategi bertahap (dollar cost averaging) bisa menjadi pilihan untuk mengurangi risiko timing yang salah. Sementara itu, pemilik perak batangan disarankan tidak panik menjual saat harga sedang tertekan.