POSO — Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyalurkan santunan kepada warga di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirangkai dengan pesan penguatan toleransi antarumat beragama di daerah yang pernah dilanda konflik horizontal tersebut.
Penyaluran santunan dilakukan secara langsung oleh tim Pertamina Patra Niaga. Besaran nominal dan jumlah penerima manfaat tidak dirinci dalam keterangan resmi yang diterima redaksi.
Mengapa Toleransi Jadi Fokus Utama di Poso?
Poso memiliki sejarah kelam konflik antarkelompok masyarakat yang dipicu sentimen agama pada awal 2000-an. Sejak itu, berbagai pihak, termasuk korporasi seperti Pertamina, secara konsisten menjadikan program perdamaian dan toleransi sebagai bagian dari kontribusi sosial mereka.
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menyebut bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung harmoni sosial. Mereka tidak hanya hadir sebagai penyedia energi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem masyarakat yang ingin terus hidup rukun.
Santunan untuk Siapa Saja?
Santunan yang disalurkan menyasar warga dari berbagai latar belakang. Penerima manfaat terdiri dari anak yatim, kaum duafa, serta tokoh masyarakat dari lintas agama yang ada di Poso.
Pendekatan inklusif ini sengaja dipilih agar pesan kebersamaan tidak hanya bersifat simbolis. Pertamina ingin memastikan bahwa bantuan sosial yang mereka salurkan bisa dirasakan langsung oleh semua kelompok tanpa diskriminasi.
Apa Langkah Pertamina Selanjutnya?
Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi berencana melanjutkan program serupa secara berkala. Mereka menilai bahwa pendekatan sosial melalui bantuan langsung dan dialog antarkelompok masih menjadi cara efektif untuk menjaga stabilitas di Poso.
Selain santunan, perusahaan juga membuka ruang diskusi dengan tokoh masyarakat setempat. Tujuannya untuk menyerap aspirasi dan merancang program yang lebih tepat sasaran ke depan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Beberapa tokoh masyarakat menyampaikan apresiasi karena program tersebut dinilai tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga memperkuat kembali ikatan sosial yang sempat retak.