SULAWESI TENGAH — Christine K. Purnama tak menyangka usaha yang dirintisnya dari dapur rumah pada 2020 lalu kini bisa bersaing di pasar modern. Omah Sedap Nusantara, merek yang ia bangun, berhasil menempatkan produk minuman tradisional dan abon inovatifnya di rak-rak ritel modern. Perusahaan itu memulai produksi saat banyak bisnis justru terpuruk akibat pandemi Covid-19.
Dari Dapur Rumah ke Rak Supermarket
Awalnya, Christine hanya memproduksi minuman tradisional dan abon dalam skala kecil. Pesanan datang dari tetangga dan kerabat terdekat. Tanpa disangka, permintaan terus meningkat seiring dengan tren masyarakat yang mulai sadar akan konsumsi produk lokal dan sehat selama pandemi.
Modal awal yang kecil tak menyurutkan langkahnya. Ia terus berinovasi dengan varian rasa dan kemasan yang lebih modern. "Kami ingin produk tradisional bisa dinikmati semua kalangan, termasuk generasi muda," ujar Christine.
Inovasi Produk dan Strategi Kemasan
Kunci tembusnya Omah Sedap Nusantara ke ritel modern ada pada inovasi produk. Christine memadukan resep tradisional dengan cita rasa yang lebih kekinian. Abon yang dihasilkan tidak hanya berbahan dasar daging sapi atau ayam, tetapi juga dikombinasikan dengan rempah-rempah khas Nusantara.
Kemasan juga menjadi fokus utama. Christine mendesain ulang label agar lebih modern dan informatif, memenuhi standar ritel modern. Sertifikasi halal dan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menjadi langkah krusial yang ia kejar sejak awal.
Memanfaatkan Momentum Pandemi
Alih-alih menyerah pada tekanan ekonomi, Christine justru melihat celah. Banyak orang beralih memasak dan mencari produk rumahan yang terjamin kebersihannya. "Kami memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan produk. Dari situ, distributor mulai melirik," katanya.
Konsistensi rasa dan kualitas membuat Omah Sedap Nusantara dipercaya oleh jaringan ritel. Kini, produknya tidak hanya dijual daring, tetapi juga tersedia di sejumlah supermarket di Jakarta dan sekitarnya. Christine menargetkan ekspansi ke kota-kota besar lain di Indonesia.
Pelajaran bagi UMKM Lokal
Kisah Christine menjadi contoh bagaimana pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa bertransformasi. Kuncinya adalah adaptasi terhadap kebutuhan pasar dan keberanian untuk mengurus legalitas produk. Dari dapur rumahan, bisnis ini membuktikan bahwa skala bukanlah penghalang untuk bersaing di era modern.