Pencarian

Pencarian Properti Jakarta Pusat Naik 1% YoY, Minat ke Balikpapan Justru Turun 0,4% saat Euforia IKN Mereda

Kamis, 18 Juni 2026 • 13:26:32 WIB
Pencarian Properti Jakarta Pusat Naik 1% YoY, Minat ke Balikpapan Justru Turun 0,4% saat Euforia IKN Mereda
Minat pencarian properti di Jakarta Pusat naik 1% YoY, seiring kenaikan harga rumah tipe kecil sebesar 47,1%.

SULAWESI TENGAH — Laporan Rumah123 yang dirilis pekan ini mencatat penguatan signifikan di pasar properti Jakarta. Selain Jakarta Pusat, Jakarta Selatan mencatat kenaikan minat pencarian 0,6% YoY dan Jakarta Timur 0,2% YoY. Secara bulanan, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan lonjakan tertinggi di Jabodetabek sebesar 1,2% month on month (MoM).

Harga Rumah Tipe Kecil di Jakarta Pusat Melesat 47,1%

Segmen hunian dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi di Jakarta Pusat mencatat lonjakan harga paling tajam. Median harga rumah di segmen tersebut mencapai Rp900 juta, melesat 47,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

VP Marketing Rumah123, Firman Pamungkas, mengatakan kekhawatiran bahwa perpindahan ibu kota akan menggerus daya tarik Jakarta terbukti tidak berdasar. "Selama aktivitas bisnis, lapangan kerja, dan infrastruktur utama masih terkonsentrasi di Jakarta, permintaan properti akan tetap terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 71/PUU-XXIV/2026 yang menegaskan Jakarta tetap berstatus ibu kota hingga terbitnya Keputusan Presiden turut menopang kepercayaan pasar. Di sisi lain, pembangunan fisik IKN masih berlanjut berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 dengan dukungan anggaran hingga 2028.

Penjualan Rumah Baru di Balikpapan Anjlok 55,6%

Penundaan penerbitan Keputusan Presiden terkait pemindahan ibu kota mendorong sikap wait and see di kalangan investor. Data Rumah123 menunjukkan penjualan rumah baru di Balikpapan merosot 55,6% secara tahunan pada kuartal I-2026.

Penurunan paling dalam terjadi pada rumah tipe kecil yang anjlok 67%, disusul tipe besar 40,6% dan tipe menengah 19,1%. Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengungkapkan proporsi pencarian properti di Balikpapan turun 0,4% secara tahunan.

"Masyarakat semakin mempertimbangkan kepastian aktivitas ekonomi, akses lapangan kerja, dan kebutuhan hunian riil dalam mengambil keputusan properti," kata Marisa.

Kualitas Kredit Membaik, Spekulan Mulai Tergusur

Meski penjualan menurun, kualitas kredit properti di Balikpapan justru membaik. Sekitar 78% transaksi residensial di wilayah tersebut masih bergantung pada fasilitas KPR, namun pasar dinilai mulai didominasi pembeli berbasis kebutuhan riil dibandingkan aktivitas spekulatif.

Di sisi lain, Penajam Paser Utara masih mempertahankan daya tarik investasi jangka panjang. Sebanyak 86,2% pencari properti di wilayah tersebut masih memburu tanah kosong, dengan mayoritas berasal dari kelompok usia 25-34 tahun dan kontribusi signifikan dari investor asal DKI Jakarta.

"Koridor IKN tidak kehilangan daya tariknya. Yang terjadi saat ini adalah pergeseran karakter pasar dari fase yang didominasi ekspektasi menuju fase yang lebih selektif dan berbasis kebutuhan riil," ujar Marisa.

Sektor perkantoran Jakarta juga menunjukkan penguatan. Tingkat okupansi gedung perkantoran di kawasan pusat bisnis (CBD) mencapai 76%, dengan tarif sewa dasar rata-rata Rp212.000 per meter persegi per bulan. Tidak adanya tambahan pasokan gedung baru pada kuartal I-2026 turut menjaga stabilitas harga sewa untuk dua tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: industry.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks