Pencarian

Polres Bulukumba Periksa Pengelola Wisata Tebing Apparalang, Dugaan Kelalaian K3 Jadi Fokus

Rabu, 10 Juni 2026 • 14:43:01 WIB
Polres Bulukumba Periksa Pengelola Wisata Tebing Apparalang, Dugaan Kelalaian K3 Jadi Fokus
Petugas Polres Bulukumba memasang garis polisi di kawasan wisata Tebing Apparalang.

SULAWESI TENGAH — Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Andi Imran Hamid mengungkapkan, pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan masih menunggu laporan resmi dari keluarga korban. Jika tidak ada laporan, polisi akan membuat laporan model A berdasarkan temuan di lapangan agar proses hukum tetap berjalan.

Korban Terpeleset Saat Berfoto di Papan Swafoto Tanpa Pengaman

Dari hasil penyelidikan awal, korban bersama seorang temannya tiba di kawasan Apparalang sekitar pukul 14.00 Wita. Korban langsung menuju spot foto di bibir tebing dan meminta temannya mengambil gambar. Saat berdiri di atas papan yang menjadi lokasi swafoto, korban diduga kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke laut.

"Korban bersama satu orang temannya datang untuk berwisata. Saat berfoto di spot yang berada di atas papan, korban terpeleset dan jatuh ke laut," kata Andi Imran dalam keterangan yang diterima, Rabu (10/6/2026).

Video detik-detik korban terombang-ambing di perairan bawah tebing sempat viral di media sosial. Namun, derasnya ombak dan medan yang sulit membuat upaya penyelamatan tidak bisa dilakukan cepat. Tim SAR gabungan kemudian menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

Tiga Titik Garis Polisi, Pengelola Tak Ditemukan di Lokasi

Unit IV Tipidter Satreskrim Polres Bulukumba pada Senin (8/6/2026) memasang garis polisi di tiga titik: akses jalan masuk kawasan wisata, tangga menuju spot lokasi jatuh, dan papan swafoto yang diduga menjadi lokasi korban terpeleset. Saat pemasangan, kawasan wisata terpantau tidak beroperasi dan tidak ada aktivitas wisatawan. Polisi juga tidak menemukan pihak pengelola di lokasi.

Penyidik saat ini mendalami aspek keselamatan di kawasan wisata tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kelalaian pengelola dalam menyediakan sistem pengamanan yang memadai bagi pengunjung.

"Untuk sementara, pihak pengelola wisata diduga terjadi kelalaian dalam membuat tempat wisata dan tidak menyediakan K3 ataupun pengamanan yang memadai di sekitar lokasi wisata," ujar Andi Imran.

Evaluasi Standar Keselamatan Objek Wisata Berisiko Tinggi

Penyelidikan akan difokuskan pada pemenuhan standar keselamatan yang seharusnya diterapkan pada objek wisata berisiko tinggi, termasuk keberadaan rambu peringatan, pembatas pengaman, petugas keselamatan, hingga fasilitas penunjang lainnya.

Polres Bulukumba juga akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk mengevaluasi standar keselamatan di sejumlah objek wisata lain yang memiliki potensi risiko tinggi. "Kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama pariwisata, untuk memberikan imbauan kepada pelaku usaha wisata agar melengkapi standar K3 dan sistem pengamanan," tutup Andi Imran.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks