PALU — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Sulawesi Tengah menjadi momentum bagi DPRD untuk mendorong kolaborasi lintas sektor. Alfiani Eliata Sallata menekankan bahwa kekayaan alam daerah, mulai dari pesisir, laut, hingga hutan, merupakan aset pembangunan yang harus dijaga.
Aksi Nyata untuk Iklim, Bukan Sekadar Wacana
Mengusung tema global “Saatnya Bekerja untuk Iklim” (#NowForClimate), Alfiani mengingatkan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan tindakan konkret. Menurutnya, pembangunan yang baik adalah yang mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan alam.
“Kekayaan alam yang kita miliki merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama. Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, dan masyarakat luas agar lingkungan tetap lestari,” ujarnya dalam sambutannya.
Sinergi Jadi Kunci di Bumi Tadulako
DPRD Sulawesi Tengah menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah daerah yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan. Alfiani menilai, perlindungan ekosistem harus menjadi prioritas di tengah kompleksitas tantangan iklim saat ini.
Melalui momentum ini, DPRD berharap kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan semakin meningkat. Kolaborasi yang kuat antara pemangku kepentingan dinilai mampu mewujudkan pembangunan ramah lingkungan untuk generasi mendatang.
Kegiatan peringatan di Kampung Nelayan sendiri menjadi simbol bahwa isu pesisir dan laut mendapat perhatian serius dari pemerintah dan legislatif. Kawasan tersebut dipilih untuk mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem pesisir yang menjadi sumber kehidupan banyak warga.